Sidoarjo || faktaperistiwanews.co – Pemerintah Kabupaten Sidoarjo sangat serius dalam menangani masalah stunting. Salah satunya dengan membagikan daging ayam dan 10 butir telur untuk Keluarga Resiko Stunting (KRS) Rabu, 11/09/2024.
Kali ini Plt. Bupati Sidoarjo, H. Subandi SH. M.Kn berkunjung ke tiga Kecamatan diantaranya, Kecamatan Waru, Gedangan dan Sukodono dengan didampingi oleh, Kepala Dinas Pangan dan Pertanian, Dr. Eni Rustianingsih, ST. MT, Kepala Dinas P3AKB, Heni Kristiani, Spd. MM dan PT. Pos Indonesia
Plt. Bupati Abah Subandi panggilan akrabnya secara langsung membagikan bantuan sosial pangan berupa daging ayam dan telur Kepada Kelurga Resiko Stunting dengan jumlah kurang lebih 1415 KK. Penyaluran secara langsung dibagikan oleh Plt. Bupati secara maraton disetiap Kecamatan bersama Dinas Pangan dan Pertanian dan Dinas P3AKB (Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana) Sidoarjo. Tujuannya untuk memastikan penyaluran bantuan pengentasan stunting tepat sasaran.

Pemerintah Kabupaten Sidoarjo menyalurkan bantuan pangan bekerja sama dengan PT. Pos Indonesia cabang Sidoarjo kepada Keluarga Resiko Stunting (KRS)
Untuk data penerima bantuan pangan berasal dari Badan Kependudukan Keluarga Berencana (BKKBN) Sidoarjo yang bertujuan untuk meningkatkan Kesehatan dan Kesejahteraan warga yang beresiko stunting.
Dalam sambutannya Plt. Bupati Abah Subandi menyampaikan, ini adalah salah satu upaya yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Sudoarjo untuk memenuhi kebutuhan gizi Anak-anak, sehingga mereka dapat tumbuh dengan sehat dan cerdas.
Program ini merupakan bentuk kepedulian Pemerintah Kabupaten Sidoarjo dalam mewujudkan Zero Stunting, ucapnya.
Abah Subandi, menambahkan, bantuan pangan berupa daging ayam dan telur ini adalah menjadi daya pendukung pemerintah pusat kepada Pemerintah Kabupaten Sidoarjo dalam mewujudkan Zero Stunting. Dengan ini kita akan mampu menyiapkan generasi Emas Indonesia yang akan membawa bangsa ini menjadi lebih baik, jelasnya.
Keberhasilan program untuk menuju zero stunting dibutuhkan kerja sama antar semua lapisan masyarakat yang terlibat untuk mencapai tujuan tersebut.
“Ini sebagai momentum awal Kabupaten Sidoarjo dalam Zero Stunting. Untuk itu saya mengajak seluruh masyarakat untuk berperan aktif dalam upaya pencegahan stunting, mulai dari keluarga, lingkungan, hingga tingkat Pemerintah,” Pungkasnya. (jw)
