Aktivitas Budaya Kerja Berakhlak, Sekdaprov Adhy: Punya Sikap & Perilaku Adaptif Terhadap Perubahan

497

Surabaya || faktaperistiwanews.co – Biro Organisasi Setdaprov Jatim menggelar talkshow Aktivasi Budaya Kerja Berakhlak Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur dengan tema pengembangan sikap positif menuju pegawai adaptif dalam menghadapi perubahan.

Bertempat di hotel Platinum Tunjungan Surabaya, Rabu (22/2), turut juga diikuti Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Jawa Timur Adhy Karyono, dan Vice Presiden Bank Mandiri, Agung Prabowo, beserta beberapa perwakilan OPD Pemprov Jawa Timur.

Aparatur Sipil Negeri (ASN) di Jawa Timur diharap mempunyai sikap dan perilaku yang adaptif terhadap perubahan. Sesuai dengan surveinya, budaya kerja salah satu indikator yang memang masih harus ditingkatkan yang rendah yaitu, bagaimana ASN itu mempunyai sikap dalam perilaku adaptif terhadap perubahan yang ada. Hal ini dikatakan Sekdaprov Jawa Timur, Adhy Karyono kepada wartawan.

Diungkapkan Adhy, banyak sekali transformasi dan perubahan-perubahan yang dinamis di lapangan, baik karena perubahan teknologi, informasi maupun dengan kebutuhan masyarakat.

Maka, birokrasi harus adaptif bisa mengikuti perkembangan dan membuat suatu kebijakan program yang sesuai dengan kebutuhan serta kendala yang dihadapi dilapangan saat ini.

Tahun ini, merupakan tahun aktivasi bentuk budaya kerja berakhlak yang dituntut untuk melihat perubahan serta dilanjutkan dengan berinisiatif, proaktif dan inovatif.

“Tahun ini adalah, tahun aktivasi bentuk budaya kerja berakhlak, dengan butuh sentuhan ASN maupun birokrasi yang adaptif terhadap perubahan,” ungkap Adhy kepada faktaperistiwanews.co.

“Inovasi yang sudah menjadi yang dimaksud sekarang adalah, adaptif terhadap perubahan-perubahan. Jadi, tuntutan karyawan kita saat ini adalah untuk bisa mempunyai melihat melihat perkembangan. Kemudian, kita punya inisiatif, proaktif inovatif untuk bisa mengatasi persoalan itu,” tambahnya.

Lebih lanjut Sekdaprov mengatakan, melihat perkembangan di luar dan semua pihak mengikuti perkembangannya, ini yang dilakukan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia (KemenPAN-RB RI) dengan Pemprov Jawa Timur.

“Kita menjadi orang yang betul betul adaptif pada semua hal yang berkaitan terhadap pelayanan masyarakat,” tutur Adhy.

Dijelaskan, mulainya program aktivasi budaya berakhlak tersebut adalah tahun ini. Sedangkan, tahun depan merupakan penguatan dari budaya kerja berakhlak.

“Tahun ini adalah tahun aktivasi, tahun depan adalah penguatan budaya kerja berakhlak. Ini kan, kalau yang lain sudah mulai bagus ya orientasi terhadap pelayanan, akuntabilitas, harmoni, dan loyalitas,” paparnya.

Adhy menyebut, pihaknya lagi menaikkan bagaimana indikator ternyata yang kurang adalah karyawan (pegawai-red) dan organisasi kita belum adaptif.

“Yang kita bangun tidak stagnan, tidak konvesional tidak turun temurun seperti itu,” terangnya.

Oleh karena itu, Adhy menambahkan, pihaknya turut mengundang nara sumber yang betul punya pengalaman perpektif di bidang itu Vice Presiden Bank Mandiri.

“Kami bawa yang kita undang bukan dari birokrasi, tetapi dari BUMN atau swasta dengan pengalaman yang melakukan perubahan kultur, perubahan perilaku karyawannya dalam mencapai efektifitas dari bisnisnya,” imbuh Adhy.

“Kami anggap sama, provinsi Jawa Timur dengan Kabupaten juga harus adaptif untuk bisa mencapai efektivitas pelayanan kepada masyarakat,” pungkas Adhy. (uzi/yud)