Ricuh Kompetisi Basket Piala Wali Kota, Disporabudpar Surabaya Usulkan Sanksi SMAN 9 Tanpa Didukung Supporter

555

Surabaya || faktaperistiwanews.co – Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, dan Olahraga, serta Pariwisata (Disbudporapar) Kota Surabaya mengusulkan kepada Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (Perbasi) Provinsi Jawa Timur memberi sanksi bagi SMAN 9 untuk bertanding di Piala Wali Kota Surabaya tanpa suporter.

Pengusulan sanksi tersebut diberikan, usai terjadinya ricuh SMAN 9 Surabaya kalah skor lawan SMAN 5 Surabaya dalam kompetisi basket Piala Wali Kota Surabaya, Senin 20 Februari 2023, kemarin.

Bahkan, usulan itu sudah disampaikan, tapi kebijakan sanksi akan ditentukan oleh pihak Perbasi Jatim.

“Saat ini langkah yang sudah kami lakukan, menyampaikan kepada pengurus Perbasi Provinsi mengusulkan untuk mengambil sikap terkait dengan pelanggaran yang telah dilakukan oleh tim basket putra SMAN 9,” kata Kepala Disbudporapar Kota Surabaya Wiwiek Widayati, Rabu (22/2).

“Apakah bentuk sanksi yang dikenakan itu menjadi ranah dari Perbasi Pemprov Jatim untuk melakukan koordinasi internal mereka. Kemarin, tim basket putra SMAN 9 sudah kalah, berarti sudah tidak bertanding main lagi, yang putra. Sementara yang putri masih bertanding main, tapi tanpa suporter,” jelas Wiwiek.

Dalam keterangannya, Sukirin Wikanto Kepala Sekolah SMAN 5 Surabaya menyebut bahwa, pihaknya sudah menerima permintaan maaf atas kejadian kericuhan tersebut.

Dia juga berharap, atas kejadian seperti ini untuk menjadi pelajaran semua pihak. Termasuk, perangkat pertandingan lebih mengantisipasi segi keamanan.

“Dari penyelenggara dan semua sudah datang dan minta maaf. Karena posisi kami ini kan korban. Di bola basket ini kami partisipasi, ini pengembangan bakat anak-anak di talenta basket.

“Kita tidak menyalahkan juga anak-anak SMAN 9, karena namanya dinamika anak-anak,” ujar Sukirin.

Mungkin, sambungnya, dari perangkat pertandingan harus siap dari keamanan harus betul dijaga untuk mengantisipasi. Karena, lapangan dan tribun tidak ada pemisahnya.

“Pengamanan harus ekstra, pendamping dimaksimalkan baik sekolah maupun penyelenggara, wasit harus profesional,” tutur Sukirin.

Sementara, untuk SMAN 5 Surabaya tidak diberi sanksi. Karena, tidak melakukan pemukulan terhadap lawan terlebih dulu.

Namun, hingga sampai berita ditayangkan, pihak Kepala SMAN 9 Surabaya, Muhammad Fadloli belum memberikan keterangan. (uzi/yud)