Fasum Lapangan Futsal Dibiarkan Tidak Terawat, Patut Dipertanyakan Kinerja DKKORP Kota Surabaya

592

Surabaya || faktaperistiwanews.co – Sangat memprihatinkan kondisi fasilitas umum umum (fasum) lapangan futsal di Kota Surabaya. Terpantau faktaperistiwanews.co dilokasi, Senin (9/1), engsel pintu menyatu pagar pembatas tampak lepas. Tidak cukup itu, sudut sisi lantai retak, mengelupas, dan sekeliling pagar pembatas kawat jebol serta penyangga besinya berkarat, bahkan bengkok tidak sempurna.

Kemudian, mirisnya sisi sudut siku penyangga pagar tampak keropos, hingga gawang cat mengelupas. Melihat kondisi fasum lapangan futsal tersebut sangat tidak layak kurang memungkinkan jika masyarakat ataupun anak-anak memanfaatkan untuk berolahraga.

Ditambah lagi, pembangunan lapangan futsal bersumber memakai uang anggaran, hanya saja Dinas Kebudayaan Kepemudaan dan Olahraga serta Pariwisata (DKKORP) Kota Surabaya membiarkan mangkrak, serta tidak dilakukan perawatan ulang, maupun tidak terlihat pemeliharaan rutin.

Demikian, sangat disayangkan oleh warga sekitar namanya tidak mau dipublikasikan. Dia menyebut, keadaan fisik lapangan futsal memang dibiarkan tidak sama sekali adanya perawatan ulang.

“Sudah lama lapangan futsal dibiarkan seperti ini tidak di rawat, kondisinya bisa sampeyan lihat sendiri mas, banyak yang rusak parah, ya intinya tidak cukup layak lah,” kata sumber.

Selanjutnya, diungkapkan sumber, terlihat besi pembatas lapangan futsal sudah lepas, dan roboh sampai tertimbun tanah hingga berkarat dibiarkan cukup lama.

“Sudah lebih dari 5 (lima) tahun besi pembatas lapangan futsal roboh, itupun sampai sekarang tidak ada perbaikan, serta perawatan,” jelasnya.

Sebelumnya, Dra. Wiwiek Widayati, Kepala Dinas (Kadis) Kebudayaan, Kepemudaan, dan Olahraga, serta Pariwisata (DKKORP) Kota Surabaya berjanji akan menyelesaikan terkait banyaknya lapangan futsal mengalami kerusakan. Oleh janji Wiwiek pun akan membereskan lapangan futsal mulai dari pagar keliling pembatas kawat, dan pengecatan yang sudah memudar berikut gawang berkarat.

Akan tetapi, nyatanya sampai sekarang tidak membereskan maupun menyelesaikan terkait lapangan futsal mengalami rusak sudah cukup parah.

Wiwiek pun berdalih, meskipun telah banyak menerima masukan dari beberapa tempat di kecamatan agar lapangan harus diperbaiki. Selain itu, dengan banyaknya kondisi lapangan futsal seperti itu, akibat pada faktor berada di luar (outdoor), bukan di indoor untuk lapangan futsal yang rusak.

Dari faktornya tersebut, menurut dalih Wiwiek, mungkin terkena sinar matahari, termasuk pagar pembatas kawat keliling lapangan futsal tampak jebol, gawang, maupun plesteran lantai akan dilakukan pembenahan.

Sangat disayangkan, ketika ditanya soal anggaran perawatan, Wiwiek sebagai Kadis DKKORP Kota Surabaya, tidak hafal berapa besaran anggarannya dikeluarkan untuk perawatan, dan pemeliharaan rutin lapangan futsal sudah rusak. Sehingga Wiwiek terkesan menghindar, serta bungkam. Karena itu, Kadis DKKORP Kota Surabaya patut dipertanyakan dan harap untuk dievaluasi.

Sementara itu, berkaitan masih terdapat beberapa lapangan futsal rusak, Kadis DKKORP Kota Surabaya Dra. Wiwiek Widayati hanya menanggapi sepele, alias remeh. Menurut dia, terkait dasaran plesteran lapangan futsal itu nanti tinggal maintenance, atau pemeliharaan, dan memperbaiki saja.

“Kan, gak apa-apa ada perawatan secara rutin itu saja sih,” ujar Wiwiek, dikonfirmasi terpisah.

Kemudian, disinggung kembali masih ada kondisi fisik lapangan futsal tidak layak, Wiwiek melempar pertanyaan dengan berdalih, dari jajaran setiap kecamatan pasti ada komunikasi di sana.

“Kita optimalkan lah, komunikasi secara intensif dengan teman-teman di wilayah kecamatan,” ucapnya.

Lebih lanjut ujar dia, pihaknya dengan mengetahui lapangan futsal yang keadaannya rusak itu, untuk dilakukan perbaikan.

“Langkah kami, akan melakukan perbaikan pada lapangan futsal,” imbuh Wiwiek sambil berlalu. (uzi/yud)