Ratusan Guru Dibekali Workshop Kurikulum & Seminar Motivasi, Begini Tujuannya

595

Surabaya || faktaperistiwanews.co – Ciptakan sekolah yang berkualitas dan menghasilkan SDM (sumber daya manusia) berkompeten, merupakan implementasi visi dan misi setiap sekolah. Tidak hanya itu, agar kedepan terus berkembang, perlunya di imbangi memiliki jiwa entrepreneur, serta berakhlak mulia.

Sehingga, implementasi visi dan misi sekolah tentu bisa diterapkan. Oleh sebab itu, setiap komponen dapat dijadikan dasar ketika proses belajar mengajar.

Dalam pembahasan Workshop Kurikulum dan Seminar Motivasi bertempat di Aula Sasana Widya Darma SMK Ketintang Surabaya, berlangsung 16 sampai 17 Desember 2022 tersebut, bertujuan untuk pengembangan kompetensi guru agar dapat mensinergikan bersama kurikulum merdeka belajar. Tentunya, capai ini agar dapat dikembangkan melalui media pembelajaran berbasis Projects.

“Penting sekali bagi guru yang hadir. Imbasnya nanti, pembentukan kolaboratif mata pelajaran (matpel), ataupun belajar mengajar lebih interaktif serta sekaligus menyenangkan bagi siswa,” pesan ujar Kepala SMK Ketintang Surabaya, Agung Nugroho, Jum’at (16/12/2022).

Bekal seperti inilah, dapat termotivasi baginya. Sebagaimana, membentuk hingga membangun sebuah karakter positif untuk guru. Caranya, pemberian pembelajaran kepada siswa-siswi itu dengan hati.

“Menurut kami sangatlah berat, tetapi cara seperti ini harus dilakukan. Bekal belajar mengajar menggunakan hati, otomatis anak-anak dapat menjalin komunikasi secara baik. Lalu, anak bisa menyerap semua ilmunya,” ujar Agung.

Menurut Pengawasan Cabang Pendidikan (Cabdin) Provinsi Jatim, Anastasia Moertodjo menambahkan, bagian dari inovasi sekolah, perlunya perkembangan kemampuan masing-masing guru. Karenanya, peran guru di sekolah tidak hanya mengajar kepada muridnya. Tetapi, guru bisa punya softskill tambahan diluar kompetensi.

“Kita ingin semua guru dapat mengasah bidang kemampuan yang dimiliki. Tujuannya, dapat mengkolaborasikan. Jadi, murid pun mempunyai pengalaman belajar dan jadinya tidak hanya pengetahuan saja,” pinta Anastasia.

Maka, cara itu dapat diterapkan semua guru melalui workshop ini. Tentu sambungnya, pembekalan, pelatihan, dan kemampuan harus benar-benar dipahaminya.

“Jika guru sudah praktik langsung, maka anak didik kita saat terjun di lapangan mempunyai bekal melalui pelajaran sebelumnya diberikan oleh guru itu,” imbuh Anastasia.

Sekedar diketahui, Workshop Kurikulum dan Seminar Motivasi tersebut, diikuti 135 guru yang hadir. Selain itu, dihadiri 2 (dua) nara sumber antara lain, Motivator Nasional dan Konsultan Sekolah, Mohammad Thohir, hingga nara sumber Nasional Program Sekolah Penggerak, bersama Ketua Yayasan Widya Darma, Supeno, maupun Komite Sekolah, M. Hamdan Maknun. (uzi/yud)