Minta Maaf Kepada Kader Saat Bertugas Dimarahi Warga, Wali Kota Eri: Lurah Dan Puskesmas Harus Turun
Surabaya || faktaperistiwanews.co – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi bersama Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Rini Indriyani kembali menggelar Ngobrol Santai Bareng (Ngobras) dengan Kader Surabaya Hebat (KSH).
Dari ribuan KSH yang hadir Selasa (26/7), ada beberapa perwakilan yang menyampaikan usul hingga sambatan (keluhan) kepada Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi saat Ngobras tersebut. Salah satunya, ada yang sambat soal penolakan ketika para kader akan memeriksa jentik nyamuk demam berdarah dengue (DBD) di salah satu rumah warga.
Salah satunya yaitu KSH asal Kelurahan Krembangan Selatan, RW 8, Marzuni yang mengeluhkan soal penolakan dari warga saat pengecekan jentik nyamuk.
Marzuni mengaku, meskipun sudah dilengkapi dengan atribut rompi KSH resmi dari Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, akan tetapi ada beberapa warga yang kurang yakin.
”Saya sudah pakai seragam rompi dan keplek (identitas), bahkan saya sempat mengajak pensiunan polisi agar percaya tapi tidak dipercaya warga. Saya juga sudah lapor koordinator kelurahan, mohon solusinya kalau ada warga yang tidak mau diperiksa,” kata Marzuni, disambut tawa Wali Kota Eri Cahyadi dan sorak sorai KSH lainnya.

Menanggapi persoalan itu, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengaku, tak rela jika ada Kader Surabaya Hebat yang dimarahi warga dan mengalami hal serupa. Jika hal itu terjadi, petugas kelurahan dan puskesmas harus turun tangan membantu KSH yang kesulitan.
”Kalau menemukan warga yang tidak mau didata seperti itu, ya sudah, tinggalkan. Laporkan ke Pak Lurah, biar turun beserta petugas puskesmas, penjenangan membantu pemerintah itu memberikan informasi, tapi saya tidak rela kalau panjenengan diseneni uwong (dimarahi orang) seperti itu,” papar Eri.
Eri juga meminta maaf kepada KSH yang hadir di Gedung Pertemuan Barunawati, khususnya kepada Marzuni karena mengalami hal tersebut.
Wali Kota Eri berpesan kepada seluruh KSH untuk tidak sungkan melapor ke lurah atau camat ketika mengalami kendala di lapangan saat melakukan pendataan.
“Kalau ada orang yang menolak nggak apa-apa nggih Bu (ya bu), biarkan saja. Nanti itu tugas kami untuk turun menjelaskan ke warga. Ngapunten (mohon maaf),” ucapnya.
Sebagai diketahui, dalam rangkaian acara Ngobras diikuti sebanyak 1.855 Kader Surabaya Hebat (KSH) asal wilayah Kecamatan Krembangan dan Pabean Cantian yang bertempat di Gedung Pertemuan Barunawati Surabaya. (uzi/yud)
