TULUNGAGUNG || faktaperistiwanews.co – Penutupan pelaksanaan pendidikan dan pelatihan keterampilan bagi pencari kerja berdasarkan kompetensi Dana Hasil Cukai Hasil Tembakau (DHCHT) Tahun 2026 Batch 2 resmi digelar di Gedung Balai Latihan Kerja (BLK) Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Tulungagung, Rabu (5/11/2026).
Acara penutupan tersebut dihadiri langsung oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Tulungagung, Mohamad Ardian Chandra, http://S.STP, Kepala UPT BLK Tulungagung, Finan Abidin, http://S.Sos., serta Kepala Bidang Pelatihan dan Produktivitas, Windari, http://S.Sos. Turut hadir para instruktur dan 32 peserta pelatihan dari dua bidang kejuruan, yakni Desain Grafis dan Barista.
Acara dibuka dan ditutup secara resmi oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Tulungagung. Dalam sambutannya, Mohamad Ardian Chandra, http://S.STP menyampaikan apresiasi dan rasa bangga kepada seluruh peserta yang telah mengikuti pelatihan hingga tuntas.

Ia berharap, ilmu dan keterampilan yang telah diperoleh selama pelatihan tidak hanya menjadi bekal untuk mencari pekerjaan, tetapi juga menjadi modal untuk menciptakan peluang kerja mandiri.
“Kami berharap para lulusan ini bisa bersaing dalam mencari pekerjaan, serta mempunyai keahlian yang dapat diandalkan. Selain itu, kami juga berharap lulusan memiliki pribadi yang maju dan pribadi yang sejahtera,” ungkap Mohamad Ardian Chandra, http://S.STP dalam sambutannya.
Menurutnya, pelatihan berbasis kompetensi seperti ini sangat penting untuk menjawab kebutuhan dunia industri saat ini. Dunia kerja tidak hanya membutuhkan ijazah, tetapi juga membutuhkan keterampilan nyata yang terbukti melalui sertifikasi.
“Desain Grafis dan Barista adalah dua bidang yang sangat prospektif. Desain Grafis dibutuhkan di semua sektor usaha, mulai dari UMKM hingga perusahaan besar. Sementara Barista saat ini menjadi tren, seiring dengan menjamurnya industri kopi dan kafe. Jika ditekuni dengan serius, ini bisa menjadi sumber penghasilan yang menjanjikan,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala UPT BLK Tulungagung, Finan Abidin, http://S.Sos., menambahkan bahwa selama pelatihan, para peserta tidak hanya dibekali teori, tetapi juga praktik langsung sesuai dengan standar kompetensi yang berlaku. Hal tersebut dilakukan agar peserta benar-benar siap saat terjun ke dunia kerja.
Perwakilan Peserta Sampaikan Rasa Syukur
Suasana haru dan bahagia semakin terasa saat perwakilan peserta pelatihan menyampaikan sambutannya. Dengan penuh semangat, ia mengungkapkan rasa senang dan terima kasih atas terselenggaranya pelatihan ini.
“Kami sangat senang dengan diadakannya pelatihan ini. Kami yang awalnya awam, sekarang menjadi mengerti,” ujarnya.
Bagi peserta kejuruan Barista, pelatihan ini memberikan pemahaman baru tentang dunia kopi yang selama ini hanya dianggap sekadar menyeduh.
“Kami yang dari awam sekarang menjadi mengerti akan prinsip tentang penyajian kopi. Mulai dari cara memilih biji kopi, teknik penyeduhan, hingga cara menyajikan kopi yang baik dan benar kepada pelanggan. Ini ilmu yang sangat berharga bagi kami,” ungkapnya.
Sementara bagi peserta kejuruan Desain Grafis, pelatihan ini membuka wawasan tentang dunia desain yang sebelumnya belum pernah mereka pahami.
“Untuk kami yang di Desain Grafis Komputer, kami sekarang mengerti akan dasar-dasar desain grafis. Mulai dari pengenalan warna, tipografi, komposisi, hingga cara mengoperasikan aplikasi desain. Sekarang kami sudah berani membuat karya sendiri,” tambahnya.
Ia berharap, pelatihan seperti ini dapat terus dilanjutkan dan menjangkau lebih banyak pencari kerja di Kabupaten Tulungagung, agar semakin banyak masyarakat yang memiliki keterampilan dan siap bersaing.
Pada akhir acara, dilakukan penyerahan sertifikat keahlian berstandar nasional yang dikeluarkan oleh BNSP (Badan Nasional Sertifikasi Profesi) kepada para peserta sebagai bukti bahwa mereka telah dinyatakan kompeten di bidangnya masing-masing. Momen tersebut disambut haru dan bahagia oleh para peserta.
Dengan berakhirnya Pelatihan DHCHT Batch 2 ini, Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Tulungagung berkomitmen untuk terus menghadirkan program pelatihan yang berkualitas dan relevan dengan kebutuhan pasar kerja, guna menekan angka pengangguran dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Tulungagung.
(Salis)



