Makale || faktaperistiwanews.co – Dunia pers dan LSM di Tana Toraja kembali menuai sorotan publik.Kali ini sebuah akun media sosial dan laporan masyarakat menyoroti keterlibatan seorang oknum yang mengaku sebagai wartawan,namun diduga kuat terlibat secara aktif dalam pelaksanaan proyek fisik di lingkungan sekolah.
Berdasarkan informasi yang di himpun,oknum tersebut diketahui tidak hanya meliput kegiatan,melainkan juga terlibat mengatur,mengawasi,hingga tercatat sebagai pihak pelaksana atau pengelola dana proyek pembangunan disalah satu sekolah diwilayah Tana Toraja. Timpang Tindih Peran Dan Dugaan Penyalahgunaan Profesi
Keberadaan oknum ini menimbulkan pertanyaan besar mengenai etika profesi kewartawanan.Sebagai insan pers,fungsi utama seorang wartawan adalah mencari,menggali,dan menyampaikan informasi kepada publik(fungsi control sosial)namun,dalam kasus ini,oknum tersebut diduga melakukan conflik of interest atau benturan kepentingan.di satu sisi ia berperan sebagai pengawas lewat tulisannya,namun di sisi lain ia sendiri yang menjadi pelaku atau pengelola proyek tersebut.
“Seharusnya ada jarak yang jelas antara insan pers dengan objek berita.Jika wartawan sendiri yang mengerjakan proyek,bagaimana mungkin ia bisa meliput secara objektif ??.ini jelas melanggar kode etik” ujar Ir.Paulus Panggeso Ranteallo
Masyarakat Minta Pihak Berwenang Turun Tangan. Masyarakat setempat meminta agar aparat penegak hukum dan instansi terkait(dinas pendidikan)untuk segara melakukan konfirmasi dan investigasi.Kekwatiran masyarakat juga mengarah pada transparansi penggunaan anggaran pendidikan. Keberadaan pihak luar yang tidak memiliki latar belakang kontraktor resmi namun menguasai proyek sekolah di nilai sangat mencurigakan dan berpotensi merugikan keuangan negara serta kwalitas pembangunan fasilitas pendidikan.
“Kami berharap ini tidak merugikan siswa dan sekolah.Jika benar ada pelanggaran,baik dari sisi etika pers maupun aturan pengadaan barang/jasa,harus ditindak tegas” tegas Ir.Paulus yang juga satu pengurus partai Gerindra di sulteng. Tuntutan Klarifikasi
Hingga berita ini diturunkan,oknum yang bersangkutan belum dapat dikonfirmasi terkait keterlibatannya dalam proyek tersebut.Namun publik menunggu langkah tegas aparat dan dinas pendidikan kabupaten Tana Toraja. ( Amon Godjang )







