Tana Toraja, Sulawesi Selatan || faktaperistiwanews.co – Rekonstruksi dan Pemeliharaan Jalan Rantetayo – kalembang yang masuk dalam proritas Pembangunan Tahun 2025-2026 dalam rangkaiyan Proyek infrastruktur jalan Daerah (IJD) telah menuai Kritikan dari masyarakat di lembang Tapparan utara, kecamatan Rantetayo, warga mengungkapkan kekuatiran terkait pembuatan parit yang dinilai semakin mempersempit badan jalan, jauh dari harapan masyarakat yang awalnya berharap jalan akan di perluas.
Seorang perwakilan Duma’ mengatakan, ” kami kira dengan adanya pembangunan ini, jalan akan menjadi lebar dan Nyaman, Namun yang kami lihat justru sebaliknya, terutama di bagian Lembang Tapparan utara, badan jalan menjadi semakin sempit seolah-olah kontraktor hanya mengejar terget tampa mempertimbangkan kenyaman keamanan pengguna jalan,” kondisi sempitnya badan jalan dikhawatirkan, terutama saat ada kendaraan besar yang harus saling lewat selain itu, jalan ini setip hari di lewati kendaran yang berukuran besar dengan aktivitas muat pasir .
Standar beban muatan berat, masyarakat berharap pihak dari kontraktor pt. Darma abadi, PT mahakaria, dan( P.U) dinas Pekerjaan Umum kabupeten tana toraja dan keluhan masyarakat berharap pihak terkait dapat segera melakukan evaluasi di lapangan dan mencari solusi agar dapat mencari solusi agar parit dapat berpungsi optimal tampa mengorbankan lebar jalan serta memastikan pekerjaan sesuai dengan standar yang berlaku.(Benyamin)







