SURABAYA || Faktaperistiwanews.co – Surabaya, 07 Desember 2025, Momentum Milad ke-113 Muhammadiyah di Kota Surabaya diwarnai dengan pencapaian filantropi yang luar biasa. Panti Bayi (LKSA) Muhammadiyah Rungkut secara resmi menerima dukungan donasi senilai Rp 1,3 Miliar. Dana fantastis ini dialokasikan untuk pembebasan tanah perluasan panti guna menunjang kehidupan 47 anak asuh yang tinggal di sana.
Ketua Lazismu Kota Surabaya, Faisal Haqqi,S.E., yang mengawal proses penghimpunan dana ini, tampak haru saat memberikan keterangan. Ia menegaskan bahwa angka 1,3 miliar bukanlah nominal kecil di tengah situasi ekonomi yang menantang, namun kepercayaan umat mampu menembus batas logika tersebut.
“Ini adalah kejadian yang biasa, namun menjadi luar biasa karena satu kunci: Keyakinan. Kalau kita yakin, pasti akan terjadi dan dikabulkan oleh Allah. Angka Rp 1,3 Miliar yang terhimpun untuk pembebasan lahan ini adalah bukti bahwa masyarakat Surabaya sangat percaya pada Lazismu dan Muhammadiyah. Ini bukan sekadar uang, ini adalah amanah berat bahwa setiap rupiah harus menjadi bata, menjadi atap, dan menjadi ruang tidur yang nyaman bagi anak-anak yatim kita,” ungkap Faisal dengan nada serius.

Respons Terhadap Overload Kapasitas Sementara itu, Ketua Majelis Pelayanan Kesejahteraan Sosial (MPKS) PDM Kota Surabaya, Ferry Yudi Antonis Saputro, S.HI., M.Pd.I., menjelaskan bahwa dana tersebut adalah jawaban atas doa anak-anak panti yang selama ini membutuhkan ruang lebih luas.
“Kami sangat bersyukur. Semakin tahun, jumlah klien atau anak asuh yang kami terima terus bertambah, hingga kini mencapai 47 anak mulai dari bayi merah hingga mahasiswa. Bantuan Rp 1,3 Miliar ini sangat krusial untuk memastikan standar pengasuhan kami tetap prima. Kami tidak ingin sekadar menampung, tapi kami ingin memanusiakan mereka dengan fasilitas yang layak, pendidikan terbaik, agar kelak mereka menjadi kader bangsa yang tangguh,” jelas Ferry panjang lebar.
Aset Milik Umat, Bukan Perorangan, Ketua PWM Jatim,sekaligus Deputi Kemenko PMK, Prof. Dr. dr. Sukadiono, M.M., menambahkan bahwa besarnya kepercayaan donatur ini linier dengan prinsip aset Muhammadiyah yang terpusat (sentralistik).
“Mengapa Muhammadiyah dipercaya? Karena aset senilai miliaran seperti di Rungkut ini milik Persyarikatan (Pimpinan Pusat), bukan milik Pak Ferry atau pengurus panti. Jadi trust masyarakat sangat valid,” tegas Sukadiono (Wjy)
