DaerahNews

Tardisi Adat dan Budaya Toraja mMelantang (Pemondokan) Gotong Royong Dalam Rambu Solo’ di RantetayoTana Toraja

Share
Share

Toraja Sulsel || faktaperistiwanews.co – Di tengah persiapan upacara Rambu solo’ Almarhum Bapak Tato, tradisi ” malantang, atau pembuatan pondok ( pemondokan) menjadi sorotan utama, tradisi ini adalah wujud nyata dari semangat gotong royong dan kebersamaan yang menjadi ciri khas masyarakat tana toraja.

” Melantang merupakan kegiatan mendirikan pondok atau tempat peristirahatan sementara bagi para tamu yang datang melayat. Proses ini melibatkan seluruh warga, baik tua maupun mada, yang dengan sukarela menyumbang tenaga dan pikiran mereka. Melantang bukan hanya sekedar membuat pondok, tetapi juga simbol dukungan dan solidaritas kami kepada keluarga yang berduka, ” ujar sala satu pemangku adat toraja yang aktif terlibat dalam proses melantang

” Kami ingin meringankan beban keluarga yang sedang berduka dengan membantu mempersiapkan segala keperluan upacara,” proses melantang biasanya di mulai dengan musyawarah untuk menentukan desain dan lokasi pondok, setelah itu, warga bergotong royong mengumpulkan bahan-bahan seperti bambu, kayu, dan segala keperluan bahan yang akan di gunakan mereka kemudian bersama – sama mendirikan pondok, menghiasinya dengan ukiran khas toraja dan melengkapinya dengan fasilitas seperti tempat duduk dan penerangan maski tidak semua suku Toraja yang menggunakan hiasan ukiran khas toraja hanya dari golongan tertentu saja yang dapat mengunakanya. bantuan dan dukungan dari seluruh warga,” ujar bapak sapan salah seorang anggota keluarga almarhum Bapak Tato.

Tradisi melantang ini sangat membantu kami dalam mempersiapkan upacara rambu solo,” tradisi melantang bukan hanya sekedar kegiatan fisik, tapi memiliki makna sosial dan budaya yang mendalam melalui melantang masyarakat Toraja mempererat tali persaudaraan, memperkuat rasa kebersamaan dan melestarikan nilai-nilai luhur budaya leluhur.

” Upacara Rambu solo’ Almarhum Bapak tato, yang akan dilaksanakan di tongkonan. Bala’ ba’ tina’ rantetayo diharapkan menjadi momentum untuk terus menjaga dan melestarikan tradisi melantang sebagai bagian tak terpisahkan dari warisan budaya Toraja.(Benyamin)

Share
Related Articles
DaerahNews

Gudang Diduga Tampung Daging Beku dan Bawang Bombai Ilegal di BLKI Pontianak Jadi Sorotan,APH Dipertanyakan!

PONTIANAK || faktaperistiwanews.co — Aktivitas yang diduga berkaitan dengan penyimpanan dan bongkar...

DaerahNews

Semarak Meriah Syukuran HUT ke 366 Desa Talawaan Berlangsung Hikmat

MINUT || Faktaperistiwanews.co - Syukuran Hari Ulang Tahun (HUT) ke-366 Desa Talawaan,...

DaerahNews

PDAM Wanua Wenang Gerak Cepat Tangani Kebocoran Pipa 400 Milimeter di Ranotana

MANADO || Faktaperistiwanews.co - Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Wanua Wenang Manado...

DaerahMusic

Aktivitas Malam Hari di Gudang Aritonang Jadi Sorotan, Benarkah Ada Peredaran Barang Ilegal?

PONTIANAK, KALBAR || faktaperistiwanews.co - Dugaan peredaran barang ilegal kembali menjadi perhatian...