SURABAYA || faktaperistiwanews.co — Trimurti Senior High School menjajaki pengembangan kemitraan antarsekolah dengan OISCA Hamamatsu Kokusai High School di Hamamatsu, Jepang. Penjajakan ini menjadi bagian dari strategi sekolah untuk memperluas pengalaman belajar internasional melalui pertukaran pelajar, forum akademik, dan proyek kolaboratif lintas negara.
Agenda tersebut berlangsung dalam rangkaian kunjungan institusional delegasi Trimurti ke Jepang pada 6–9 Oktober 2026. Delegasi yang dipimpin Ketua Yayasan Moh. Fajar Satria dan Kepala Sekolah Syarif Andri Setiawan diterima oleh Kepala OISCA Hamamatsu Kokusai High School, Okamoto Tomoyuki, bersama jajaran sekolah.
Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membahas peluang membangun hubungan kelembagaan yang dalam jangka panjang diharapkan berkembang menjadi sister school partnership atau kemitraan sekolah bersaudara.

Terdapat tiga gagasan program utama yang menjadi fokus pembicaraan. Pertama, pertukaran pelajar jangka pendek selama 7 hingga 30 hari. Program ini diharapkan memberi kesempatan kepada murid untuk merasakan secara langsung kehidupan sekolah di Jepang, mengenal budaya setempat, serta meningkatkan kemampuan berkomunikasi dalam lingkungan internasional.
Kedua, penyelenggaraan International Online Academic Forum, yakni forum akademik daring yang mempertemukan murid dari kedua sekolah untuk mempresentasikan karya, proyek, penelitian, maupun gagasan inovatif. Kegiatan tersebut direncanakan dapat dilengkapi dengan sesi tanya jawab dan diskusi lintas budaya.
Ketiga, pengembangan proyek ilmiah kolaboratif lintas negara. Melalui program ini, murid dari Trimurti dan OISCA berpeluang membentuk tim bersama untuk melakukan penelitian atau menghasilkan karya inovatif. Selain memperkuat kemampuan akademik, program tersebut diarahkan untuk mengembangkan keterampilan komunikasi internasional, kerja sama tim, manajemen proyek, kreativitas, dan pemecahan masalah.
Penjajakan ini memiliki relevansi dengan orientasi pendidikan OISCA Hamamatsu Kokusai High School yang menekankan pembentukan generasi yang mampu berkontribusi bagi masyarakat internasional dan kehidupan multikultural yang berkelanjutan.
Pengalaman sekolah tersebut dalam menerima murid internasional serta mengintegrasikan murid Jepang dan internasional dalam kehidupan sekolah juga menjadi peluang untuk mengembangkan kegiatan pembelajaran lintas budaya yang lebih luas.
Bagi Trimurti Senior High School, kemitraan internasional tidak hanya dimaknai sebagai mobilitas pelajar ke luar negeri. Sekolah juga ingin membangun ruang kolaborasi yang memungkinkan murid menghasilkan karya, mengembangkan portofolio, serta memperoleh pengalaman bekerja bersama rekan dari latar belakang budaya yang berbeda.
Melalui penjajakan dengan OISCA, Trimurti berharap dapat membuka peluang kerja sama yang berkelanjutan antara kedua institusi. Tahap selanjutnya diharapkan dapat diarahkan pada pematangan konsep, mekanisme pelaksanaan, dan bentuk program yang sesuai dengan kebutuhan murid serta kapasitas masing-masing sekolah.
Upaya ini menjadi bagian dari komitmen Trimurti Senior High School dalam menghubungkan pembelajaran di Indonesia dengan lingkungan global, sekaligus mempersiapkan generasi muda agar mampu beradaptasi, berkolaborasi, dan berkontribusi dalam masyarakat internasional. (Yud)



