Soroti Masih Banyak Tumpukan Sampah di TPS, Ini Kata Wakil Ketua DPRD Surabaya Reni Astuti

Redaksi FP News
4 Min Read

Surabaya || faktaperistiwanews.co – Lagi-lagi Wakil Ketua DPRD Surabaya, Reni Astuti menyoroti terkait masih banyak tumpukan sampah di beberapa tempat pembuangan sampah (TPS) yang belum terangkut ke tempat pembuangan akhir (TPA) Benowo Surabaya.

“Kalau masih melihat sampah di TPS ini sumpek, harusnya ada target dalam pengelolaan sampah di TPS agar pagi hari sudah bersih atau nol sampah. Nggak ada tumpukan sampah lagi, tegas Reni Astuti dalam keterangannya, Senin (29/5).

Dia menyampaikan, pada 1 Maret lalu, Kota Surabaya meraih penghargaan Adipura Kencana 2022 dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Hingga KLHK menilai, kata Reni, Kota Pahlawan berhasil dalam pengelolaan sampah dan ruang terbuka hijau (RTH) dalam mewujudkan kualitas lingkungan hidup yang bersih, teduh, dan berkelanjutan.

Meski demikian, sambung Politisi perempuan Fraksi PKS, masih banyak pekerjaan rumah (PR) yang harus diselesaikan dalam mengurangi sampah. Bahkan, juga menemukan tumpukan sampah di sejumlah TPS, salah satunya di Bukit Barisan, Petemon, Surabaya. Hingga siang hari sampah itu belum terangkut ke TPA Benowo.

“Harusnya ada target dalam pengelolaan sampah di TPS, agar pagi hari sudah bersih (nol sampah), nggak ada tumpukan sampah lagi,” pinta Reni Astuti.

Selain bau yang menyengat di depan TPS, lanjutnya, juga dilewati orang berlalu-lalang, bahkan di sekitarnya ada pemukiman.

Ketika di TPS Bukti Barisan, dirinya tak canggung untuk masuk, melihat lebih dekat tumpukan sampah yang menurut petugas TPS sudah diangkut sebanyak 4 (empat) rit sejak pagi.

“Saya melihat TPS masih belum modern, padahal pengelolaan sampah di TPA sudah gasifikasi, bahkan sudah dimanfaatkan untuk listrik. Tentunya ini menjadi tanggung jawab serta perhatian agar ada inovasi dalam pengelolaan sampah,” tutur Reni.

Pengelolaan sampah, diungkapkan kembali, harus dimulai dari sampah rumah tangga sebelum dibuang ke TPS. Karena partisipasi masyarakat Surabaya sangat baik dalam bidang lingkungan yang dinilai menjadi indikator Kota Surabaya meraih Adipura Kencana.

Namun, tingkat konsumsi masyarakat semakin hari semakin meningkat, terbukti dengan meningkatnya distribusi sampah 2.000 ton per hari, yang masuk ke TPA Benowo mencapai 1.600 ton per hari.

Sedangkan teknologi gasifikasi atau pemanfaatan sampah menjadi listrik di TPA Benowo terbatas hanya 1.000 ton sampah yang mampu menghasilkan listrik dengan kapasitas 12 MW. Sisanya 600 ton masih ditimbun dengan diberikan treatment.

“Nah, kalau tidak ada perbaikan dan inovasi 2.000 ton sampah akan bertambah, apalagi konsumsi masyarakat semakin meningkat setiap hari. Upaya pengurangan sampah juga harus melibatkan masyarakat juga,” ungkap Reni.

Jumlah TPS di Surabaya ada 190 lokasi dan 107 armada angkut sampah. Reni meminta, setiap hari sampah di TPS harus dicek, jika dirasa kurang alat angkut sampah dari TPS ke TPA, harus dihitung secara efektif kebutuhannya agar sampah di TPS bisa berkurang.

“Jadi, harus ada target untuk mengosongkan sampah di TPS. Misalnya, target 06.30 WIB harus bersih dari sampah. Kalau kendaraan angkutnya kurang ya harus diperhitungkan kembali,” katanya.

Terpisah, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (Kadis DLH) Kota Surabaya, Agus Hebi Djuniantoro mengatakan, pihaknya telah siap mengatur jadwal gerobak sampah ke TPS. Hal ini diharapkan supaya petugas gerobak sampah tidak berbarengan datang ke TPS. Sehingga menimbulkan penumpukan.

“Ke depan akan kami atur gerobak sampah itu sesuai jadwal. Jadi, biar mereka (petugas gerobak sampah) tidak bersamaan menumpuk sampah ke TPS,” janji Hebi. (uzi/yud)

Share This Article