TURKI || faktaperistiwanews.co – Turki merupakan salah satu negara yang memiliki keunikan tersendiri karena bisa menikmati keindahan Asia dan Eropa di saat yang bersamaan saat menyusuri selat Bosphorus yang menghubungkan Laut Marmara dan Laut Hitam. Dalam tinjauan sejarah, selat Bosphorus telah menjadi pusat perdagangan rempah, dan di selat ini pula Sultan Muhammad Al-Fatih berhasil menaklukkan Konstantinopel. Dimana saat itu selat Bhosporus dijadikan pintu masuk untuk melakukan serangan dalam penaklukan Konstantinopel. Konstantinopel lalu berganti nama menjadi Istanbul dan kini menjadi kota terpadat di Turki karena kota ini merupakan pusat perekonomian, budaya dan sejarah “, ujar Ketum DPP Prawita GENPPARI Dede Farhan Aulawi, Istanbul (3/11).

Hal tersebut ia sampaikan di sela – sela kunjungannya ke Turki bersama tim evaluasi wisata sejarah DPP Prawita GENPPARI untuk mempelajari secara langsung konsep dan desain pengembangan wisata berbasis sejarah.
Ada dua jembatan terkenal disini, yaitu jembatan Bosphorus dan jembatan Fatih Sultan Mehmet. Melihat kedua jembatan tersebut di atas kapal, tentu saja menjadi pemandangan dengan seribu kenangan. Di lokasi ini, kita dapat berwisata dengan kapal menelusuri selat dan melewati tempat-tempat penting dan bersejarah.
Beberapa spot wisata yang memanjakan mata saat menikmati perjalanan di selat Bosphorus, misalnya Jembatan Galata, suatu jembatan yang melintasi golden horn, sebuah teluk yang menjorok ke dalam di selat Bosphorus. Terletak di bagian Eropa, jembatan ini menghubungkan distrik Eminönü dan Karaköy. Ada juga Istana Dolmabahce dimana dulunya pernah dijadikan pusat administrasi kekaisaran Ottoman dan pusat pemerintahan Mustafa Kemal Atatürk. Saat ini istana Dolmabahce dijadikan museum dan tempat pertemuan kenegaraan.
Selain tempat-tempat diatas, rumah-rumah mewah, villa pribadi, bangunan-banguan dengan arsitektur masa lampau dan bangunan-bangunan modern, kafe-kafe dan restoran tempat nongkrong juga berjajar di sepanjang selat Bosphorus.
“ Untuk bisa menikmati langsung keindahan selat Bhosporus ini, tentu harus hadir langsung dan menyaksikan sensasi yang luar biasa “, pungkas Dede Farhan sembari mengakhiri percakapan.(red)



