Proyek Pelebaran Jalan Manyar Gresik Molor, Ini Kendalanya

Redaksi FP News
2 Min Read

Gresik || faktaperistiwanews.co – Terancam molor dari jadwal proyek pelebaran jalan pantura Manyar Gresik. Hingga kini, rencana relokasi sejumlah pedagang sekitar untuk pelebaran jalan belum juga terlaksanakan yang padahal target sebelumnya di bulan Agustus 2022, lalu.

Pantauan FP News dilokasi, mayoritas stan atau kios warung pedagang masih ada yang buka, dan beberapa sebagian stan warung ada juga yang telah tutup. Totalnya tersebut, sebanyak 199 stan mulai dari pintu tol Manyar, sampai jembatan Manyar. Sehingga, aktivitas itu terlihat seperti biasa pada pinggir sekitar jalan Manyar. Serta direncanakan relokasinya menunggu tempat relokasi selesai dibangun.

Sementara, Camat Manyar Zainul Arifin selalu tim relokasi menyampaikan, terkait proyek itu sudah bertemu dengan beberapa pihak stakeholder untuk lanjutan pelebaran jalan.

“Rencana itu jalan akan mulai dikerjakan di bulan Januari. Kami perlu menyiapkan lahan,” kata Zainul Arifin, Kamis (22/9).

banner sejumlah stan bertuliskan penolakan tempat relokasi. (dok.FP News)

Dia menjelaskan bahwa, tim relokasi merevisi target lahan itu bisa steril. Perkiraan bulan Oktober mendatang sejumlah stan atau kios sudah dalam keadaan kosong. Sebab, saat ini masih menunggu lokasi baru selesai dibangun.

“Nanti ketika lokasi baru sudah selesai, kami akan lakukan sosialisasi lanjutan kepada sejumlah pedagang, kemudian dilakukan relokasi,” tutur Camat Zainul.

Dalam lokasi baru itu, dikatakan kembali, rencananya akan berdiri sebanyak 70 kios. Memang jumlah lebih sedikit jika dibandingkan kios yang berdiri di Jalan Manyar.

“Memang itu satu pemilik kios ada yang punya lebih dari satu kios ya, nah tempat baru nanti, satu pemilik stan memiliki satu stan,” ucap Zainul.

Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik menarget lokasi relokasi pedagang selesai di bulan Agustus. Sehingga, bulan September pemindahan pedagang bisa dilakukan. Namun, melihat dari lokasi relokasi yang belum terlihat bangunan berdiri terancam molor.

Bahkan, sekedar diketahui Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Timur-Bali merencanakan pelebaran jalan dilakukan pada bulan Januari 2023. Sehingga, sebelum waktunya tempat sejumlah kios harus sudah steril. (uzi/yud)

Share This Article