Kediri, faktaperistiwanews.co – Anggota DPRD Kabupaten Kediri dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Reni Rahmawati, menyalurkan BLT (Bantuan Langsung Tunai) kepada 10 orang pelaku UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) di Balai Desa Dukuh, Kecamatan Ngadiluwih, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, Jum’at, 8 September 2022.
Reni mengatakan, “Alhamdulillah, hari kami menyalurkan BLT kepada masyarakat Desa Dukuh sebanyak 10 orang penerima manfaat yang sebelumnya berkoordinasi dengan Kepala Desa Dukuh terkait yang layak menerima bantuan ini.”

Menurut Reni Rahmawati, bantuan ini merupakan Program Pokir (Pokok-Pokok Pikiran) yang bersumber dari APBD Kabupaten Kediri Tahun Anggaran 2022, sebagai upaya mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, masing-masing pelaku UMKM mendapatkan Rp. 2 juta.
Menurut Mbak Reni, untuk bisa mendapatkan BLT tersebut memang ada beberapa ketentuan yang harus dipenuhi, di antaranya bukan merupakan penerima PKH maupun bantuan jenis lainnya.
“Jadi, yang lebih faham layak atau tidaknya warga bisa menerima atau tidak, adalah perangkat desa setempat. Makanya kemarin kami berkoordinasi dengan Pak Kades Dukuh untuk sasaran penerima BLT yang tepat,” ucapnya.
Ditambahkan Mbak Reni, pada tahun 2022 ini dirinya mengalokasi Pokir untuk BLT hanya sebesar Rp. 20 juta, sehingga setiap pedagang menerima dua juta rupiah. Karena dari Rp. 1 Milyar Pokirnya banyak terserap pengembangan BumDes.
“Bantuan Rp. 2 juta per orang tersebut sebenarnya sangat kecil sekali, tapi setidaknya lumayan lah bisa untuk tambahan modal dan meningkatkan penjualan di kondisi perekonomian seperti sekarang ini,”.tuturnya.
Mbak Reni berharap, dengan adanya BLT Pokir ini para pedagang dan UMKM dapat memanfaatkannya untuk tambahan modal dan dikelola secara maksimal, sehingga bisa lebih bermanfaat dan dagangan mereka semakin meningkat.
“Insya Alloh pada tahun 2023 nanti alokasi BLT dari Pokir akan lebih banyak lagi. Karena kemarin sudah kami usulkan sebanyak 500 lebih calon penerima manfaat di wilayah Kecamatan Ngadiluwih, Kras, Kandat, dan Ringinrejo ini,” urainya.
Sementara itu, Kepala Desa Dukuh, Moch. Junaidi Setiawan, mengucapkan terima kasih atas pemberian BLT dari Pokir Mbak Reni, dan Pemerintah Kabupaten Kediri. Tentunya warga penerima akan menggunakan dengan sebaiknya untuk tambahan modal usaha.
“Mengingat kondisi saat ini, dampak dari ekonomi yang kurang baik, sehingga BLT tersebut dapat meningkatkan daya beli untuk menambah dagangan mereka, dan akhirnya penjualannya bisa lebih meningkat,” katanya.
Ditanya kenapa yang diusulkan hanya sepuluh warga saja untuk menerima BLT, Kades Dukuh menjelaskan, pihaknya menimbang dari jumlah alokasi yang hanya Rp. 20 juta saja, sehingga cuma sepuluh orang yang diusulkan.
“Sebenarnya warga Desa Dukuh ini banyak yang membutuhkan dan layak untuk menerima BLT, namun karena mengingat alokasi dananya hanya dua puluh juta rupiah, makanya kami hanya mengajukan sepuluh penerima manfaat saja. Semoga nantinya akan ada lagi bantuan-baintuan lainnya,” jelasnya. (Ban)



