Pengerjaan Proyek Box Culvert di Surabaya Amburadul, Komisi C Buchori Imron: Pemkot Segera Panggil Kontraktor Nakal

Redaksi FP News
4 Min Read

Surabaya || faktaperistiwanews.co – Lengahnya pengawasan pekerjaan proyek box culvert antusias menuai mendapat kritikan oleh Anggota Komisi C DPRD Bidang Pembangunan DPRD Kota Surabaya Drs. H. Buchori Imron.

Betapa tidak, Legislator Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) menduga terkait pengawasan pekerjaan proyek box culvert tersebut adanya suatu permainan antara pengawasan proyek Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Surabaya dengan pihak Kontraktor.

Menurutnya, dugaan itu terindikasi maraknya pekerjaan box culvert atau beton gorong-gorong (U-Ditch) dikerjakan para kontraktor secara asal-asalan atau disinyalir tidak standart sesuai spek BOQ (Bill of Quantity).

“Selian saya, Wakil Wali (Wawali) Kota Surabaya Pak Armuji juga menyoroti dan memonitor pekerjaan proyek box culvert yang dikerjakan hanya asal saja tepatnya di wilayah Pegirian, Wonokusumo, Kecamatan Semampir Kota Surabaya bagian Utara,” ungkap terang Buchori Imron saat diwawancarai, Kamis (16/6/2022).

Wakil Wali Kota Surabaya Armuji saat itu, kata Buchori, mengetahui pekerjaan proyek box culvert gorong-gorong bagian bawah tidak diberikan bahan dasar sirtu (pasir batu). Bagi dia, sangat dikhawatirkan ada penyusutan bahan.

“Saya tegaskan, pihak Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya untuk segera memanggil para kontraktor nakal itu. Karena, saya sempat heran, setiap tahun masak problem hanya itu saja pengerjaan box culvert secara asal-asalan. Saya pun menduga antara Pengawas Dinas DSDABM Kota Surabaya dan Kontraktor adanya main mata,” ucap Politisi Dapil Surabaya II wilayah Kecamatan Semampir Kota Surabaya tersebut.

Buchori Imron juga menyebut bahwa, Dinas yang bersinggungan dengan proyek fisik sudah ada pada bagian pengawas. Dengan terbentuknya tim pengawas, pastinya kontraktor sudah terseleksi dengan maksimal siapa dari orangnya. Seperti, pihak PT atau CV. Bahkan, siapa saja mereka yang di belakang para kontraktor.

“Namun, mengapa pekerjaan proyek box culvert kok masih amburadul,” tuturnya berlogat Madura.

Kemudian, masih kata Buchori, memasuki bulan Juni 2022 atau pertengahan tahun semestinya pengerjaan proyek box culvert sudah selesai atau beres semuanya. Mengapa demikian, pada 3 – 4 bulan kedepan sudah penutupan buku tepatnya di bulan November pengerjaan itu (proyek) tutup buku.

“Nah, bulan Juni 2022 proyek box culvert harusnya sudah kelar. Sehingga nantinya bisa dievaluasi pada bulan November mendatang. Tapi, kika pengerjaan box culvert sampai pertengahan tahun tak kunjung selesai, maka saya menilai ada suatu ketidak beresan teknis pekerjaannya,” ujarnya.

Lebih lanjut kata Buchori, ketika pengerjaan proyek box culvert, para kontraktor harusnya memasang atau menampilkan papan nama terkait proyek itu. Misalnya, tercantum nama proyek apa, dari PT atau CV mana dengan alamat kantor lengkap, nilai kontrak proyek, dan design gambar sepatutnya mengacu sesuai aturan baku.

“Tapi kenapa, itu sering kali saya terima laporan, kesemuanya kontraktor tak mencantumkan papan nama pekerjaan proyek,” geramnya.

Oleh karenanya, kalau sampai ada kontraktor tidak menampilkan papan nama yang dikerjakan, berarti pihak kontraktor tidak profesional. Buchori bilang, hal ini lantas bagian pengawas proyek tidak menegurnya. Sehingga, perlu dipertanyakan ada apa dengan semua ini?.

“Kalau saran saya, pihak Wali Kota maupun Wawali Kota Surabaya untuk upaya menegur pengawas proyek. (vn/yud)

Share This Article