” Yel yel ” Bupati Kediri “Mas Deny ” Bupati Kediri “Ngladeni “! Mas Deny ! “Bupati Kediri” Nomor Siji ” Coblos!” Blangkone Teriak Auden Di Sumber Bagindowati

Kediri || faktaperistiwanews.co, – Sambang Dusun Pasangan calon Bupati nomor urut 1 Deny – Mudawamah bertempat di sumber Bagindowati Dusun Kweden Desa Karang Rejo Kecamatan Ngasem Kamis (17/10/24) Kabupaten Kediri.

Yang kebetulan lokasi kampanye bersebelahan dengan pasar tradisional Deny menyempatkan mampir ke warung kopi sebelum ke lokasi kampanye, Deny melihat kondisi pasar yang jelas kita akan dorong supaya pengunjung serta pedagang itu nyaman dan tentunya kita akan kerja sama dengan stakeholder seperti apa baiknya entah tempat sampah dijaga keberbersihannya dan penataan untuk kenyamanan pedagang dan konsumen supaya pasar tradisional ini berkembang , ucap Deny.

Selanjut Deny memasuki area Sumber Bagindowati dan disambut dengan “Yel yel ” Mas Deny ” Ngladeni “! Mas Deny ! “Bupati ” Nomor Siji ” Coblos!” Blangkone !”

Seperti biasa sambang Dusun kali ini juga mensosialisasikan Program unggulan Paslon
nomor Urut 1 Deny Widyanarko – Hj. Mudawamah, M. H. I,
Cabup Deny Widyanarko melakukan kontrak politik dengan tokoh masyarakat di Dusun Kweden Desa Karangrejo Kecamatan Ngasem, dalam kegiatan sambang Dusun Kamis
Menurut cabup yang berpasangan dengan Ketua PC Muslimat NU Kabupaten Kediri (Dra. Hj. Mudawamah, M.H.I) ini, kontrak politik tersebut dilakukan sebagai bentuk keseriusan untuk menjalankan program unggulan yang telah dicanangkannya.

“Seorang pemimpin yang membuat program itu harus berani menanggung konsekuensi apabila nantinya setelah terpilih ternyata tidak melaksanakan seperti yang dijanjikannya. Bukan hanya membuat program tapi selanjutnya dilupakan begitu saja, dan tidak dijalankan,” ucap Deny Widyanarko.

“Ini komitmen saya. Jika dalam dua tahun kepimpinan saya tidak bisa mewujudkan anggaran pembangunan dusun sebesar Rp300-500 juta per dusun per tahun, saya akan mundur,” tegas Deny dan disambut tepuk tangan oleh undangan masyarakat , Dusun Kweden Kecamatan Ngasem antusias juga sangat mengapresiasi program – Pak Deny.

Program pembangunan dusun Rp300-500 juta ini juga melibatkan masyarakat dalam menentukan kebutuhan prioritas di masing-masing dusun. Deny menegaskan bahwa masyarakat memiliki peran penting dalam menentukan sektor apa yang harus dibenahi terlebih dahulu di wilayahnya. “Masyarakat yang paling tahu apa yang dibutuhkan di dusunnya, dan program ini memberikan mereka keleluasaan untuk menentukan prioritas,” katanya.

Selain fleksibel, anggaran ini dapat digunakan untuk berbagai sektor, seperti pembangunan fisik, peningkatan ekonomi, hingga kegiatan kepemudaan. Deny menjelaskan bahwa anggaran tersebut bisa digunakan untuk mendukung pengadaan barang bagi pelaku UMKM, pengembangan sektor pertanian, perikanan, serta kegiatan-kegiatan lain yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Melalui program ini, Deny berharap dapat memberikan solusi konkret terhadap permasalahan yang dihadapi setiap dusun di Kabupaten Kediri. “Kami ingin masyarakat benar-benar merasakan manfaat dari program ini, dan itu akan terwujud jika masyarakat sendiri yang menentukan kebutuhan prioritas di daerahnya,” tutupnya.(Ban).