Tagih Janji Kadispendik Surabaya Prioritaskan Bangunan Sekolah Negeri, Ini Nyatanya Kondisi Kayu Penyangga Keropos

Surabaya || faktaperistiwanews.co – Bangunan sekolah negeri di Surabaya tampak keadaannya cukup memprihatinkan. Terdapat beberapa sudut ruangan kelas yang rusak tak layak.

Bahkan, nyatanya terdapat ruangan kelas lain dibiarkan mangkrak tidak diperbaiki yang kondisinya atap nyaris ambruk. Hal ini dikhawatirkan sangat berpotensi membahayakan bagi siswa-siswi ketika berada di sekitaran ruang kelas tersebut.

Pantauan tim faktaperistiwanews.co di lokasi Senin (13/3), mendapati beberapa kerusakan diantaranya atap ambrol, tembok ruang kelas retak, kayu penyangga atap keropos nyaris patah, hingga pintu ruang kelas sekolah negeri tidak layak.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Pendidikan (Kadispendik) Surabaya, Yusuf Masruh menyatakan bahwa, akan memprioritaskan untuk melakukan perbaikan kerusakan bangunan dan sarana penunjang kegiatan di sekolah negeri. Ia pun mengatakan, akan ikut memonitor sekolah negeri mana saja yang terdapat bangunannya rusak berat.

“Khususnya sekolah negeri tingkat dasar (SD), rata-rata bangunannya cukup lama,” kata Yusuf Masruh, pada saat itu menyampaikan keterangannya.

Teknis pelaksanaan perbaikan kerusakan bangunan sekolah negeri, diakuinya bakal dilaksanakan paralel.

Mengetahui keberadaan Sekolah Negeri di kota Pahlawan tersebut, berbeda diungkapkan Kadispendik Surabaya, Yusuf Masruh sebelumnya, untuk tetap memprioritaskan kerusakan bangunan terkait atap bocor maupun fasilitas lainnya.

Yusuf berjanji, tetap menangani sekolah negeri yang kondisi mengalami rusak ringan maupun berat erta akan dilakukan pembenahan.

“Kalau misalnya, mendapati atap pada sekolah negeri itu bocor, jika tidak diperbaiki justru nanti kerusakan bertambah parah,” ucapnya.

Sebelumnya, Komisi D DPRD Surabaya juga menanggapi kondisi bangunan sekolah SD negeri mengalami rusak berat dan ringan agar segera dilakukan perbaikan ulang.

“Kami meminta di perbaiki sekolah SD negeri yang rusak. Demi mewujudkan hal itu, perlu adanya dorongan dari sekolah negeri di wilayah masing-masing untuk melapor ke Dispendik Surabaya terkait bangunan sekolah negeri kurang memungkinkan,” tutur Ketua Komisi D DPRD Surabaya, Hj Khusnul Khotimah saat diwawancarai.

Tujuan itu dilakukan, lanjut Khusnul, untuk pemetaan agar dapat di prioritas sekolah negeri mana yang harus direhabilitasi.

Khusnul juga menjelaskan, Dispendik Surabaya sudah menyediakan anggaran rehabilitasi ulang tiap bangunan sekolah negeri. Secara keseluruhan anggaran pendidikan itu diatas 20 persen.

“Anggaran biayanya ada. Itu diperuntukkan pembenahan bangunan sekolah negeri,” ujarnya.

Dia berharap, kondisi bangunan sekolah negeri perlunya diperbaiki kembali serta segera di inventaris.

“Dispendik Surabaya akan lakukan pemetaan mana saja bangunan sekolah negeri perlu pembenahan baik ringan, berat, maupun skala kecil,” tandasnya (uzi/yud)