Surabaya || faktaperistiwanews.co – Di tahun 2024 ini Poras Brawijaya telah memasuki usia ke-39 di mana di era Digitalisasi,masih mampu dan konsisten memberikan jawaban, kontribusi dalam Dunia Pencak silat di Indonesia,khususnya di Kota Surabaya, yang dimana pada tanggal 10 September 1985 lalu didirikan oleh (Alm) H Herman Sugito, di Surabaya. Berkat Ketekunan dan Ketulusan beliau dalam menjalankan keberlangsungan Perguruan Silat Poras Brawijaya sampai beliau wafat,hasilnya, hingga saat ini Poras Brawijaya masih tetap eksis dan memberikan kontribusi cukup signifikan dalam pengkaderan organisasi, serta bisa menjawab tantangan zaman hingga saat ini.
Pencak silat adalah salah satu elemen di dalam budaya asli bangsa indonesia , meski di beberapa negara tetangga pun diakui sebagai kekayaan budaya mereka. Mungkin saja ada kesamaan itu, karena memang beberapa negara memiliki seni beladiri masing, seperti Cina, Korea dan Jepang. Sementara di Indonesia sendiri pencak silat telah ada sejak lama, bahkan ratusan tahun lampau. Pencak silat itu ada di berbagai daerah dan memiliki nama dan aliran masing-masing.
Sebagai salah satu elemen budaya nasional, pencak silat harus terus dipertahankan eksistensinya, sebagaimana halnya jenis-jenis budaya lain, karena menjadi wujud sejati bangsa Indonesia. Pada beberapa tahun belakangan sempat muncul pesimisme mengenai perkembangan pencak silat, dikaitkan dengan hadirnya jenis-jenis beladiri dari luar, sehingga menempatkan pencak silat seolah bukan menjadi pilihan utama. Bahkan, secara menyedihkan, pencak silat dianggap oleh sebahagian orang sebagai seni beladiri yang kurang up to date, malah mungkin dianggap kampungan. Bersyukur kemudian hal itu segera sirna dan masyarakat secara umum kembali mencintai pencak silat.
Menyikapi fenomena tersebut, dengan semangat Hari Ulang Tahun Poras Brawijaya pada hari selasa malam Rabu, Maleman Harlah Poras Brwaijaya Tanggal 10 September 2024 di Padepokan ,sekaligus tempat kediaman Pembina pusat saat ini, di daerah Tandes Lor ,Surabaya.mulai Pukul 19.00 sampai selesei. mengusung Tema “Untuk Kemajuan Poras Brawijaya Menjalin Kekeluargaan” yang dimana Semangat Kekeluargaan saat ini memang menjadi salah satu alternatif jawaban untuk memperkuat persatuan dan Kesatuan bangsa , terutama Pencak Silat yang Alirannya tersebar luas di seluruh pelosok tanah air.
Saat di konfirmasi , Pembina Pusat Poras Brawijaya, Drs.Erwondo Hadi Pramono, MM. Mengatakan “Poras Brawijaya sampai saat ini bertahan sampai umur ke 39 sudah merupakan hal yang luar biasa, seterusnya dan selanjutnya tetap terus membina karakter anak bangsa yang lebih baik, akhlaq yang mulia, serta mencetak pesilat yang tangguh baik jasmani maupun rohaninya, dan untuk kedepannya , Poras Brwaijaya diharapkan juga bisa berkembang lebih baik lagi, dan mempunyai kontribusi besar dalam mencetak kader pesilat yang sportif,cinta perdamaian. tidak tawuran, serta berbudi pekerti yang luhur, sesuai dengna ciri khas kepribadian bangsa Indonesia”
Adapun Acara Harlah tersebut dihadiri oleh ratusan anggota Keluarga Besar Poras Brawijaya ,baik yang masih aktif maupun non aktif, yang tumplek blek hadir di padepokan pusat, acara berlangsung harmonis dan penuh dengan semangat kekeluargaan hingga selesei.(Ysf)