Surabaya || faktaperistiwanews.co – Launching dan Serah terima alat Matching Fund Kedaireka sebagai simbolis diberikan langsung oleh Institut Teknologi Telkom Surabaya (ITTS) kepada UPT UPT PATPH (Pengembangan Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura), Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan DPKP Provinsi Jatim. Selain itu, kegiatan tersebut monitoring kendali budidaya melon bertempat di Green Puspa Lebo, Jalan Lebo No. 48 Kabupaten Sidoarjo.
Dalam serah terima ini, merupakan tugas khusus yang diberikan dari skema matching fund kedaireka. Demikian, skema diberikan oleh DUDI (Dunia Usaha dan Dunia Industri) itu memberikan dana. Maka, pihak pemerintah, melalui DUDI memberikan dana yang sama.
“Ini skema yang luar biasa, hasilnya harus bisa dirasakan oleh partner. Dengan alat ini kami serahkan akan dapat dipergunakan,” kata Rektor ITTS Dr Tri Arief Sardjono, S.T., M.T., saat ditemui, Jum’at (2/12).
Menurutnya, fungsi panel listrik sebagai kontroler mengambil data dari suhu kelembaban tanah. Kemudian, kontroler ini datanya akan dikirim ke klop supaya bisa dianalisa. Tidak hanya itu, data ini juga akan digunakan memproses air, obat, dan pupuk yang akan di injekkan untuk membasahi tanah. Teknis itu berfungsi secara otomatis.
“Teknik tidak perlu lagi menyiram manual dan hanya mengamati struktur tanah kurang basah, barulah dilakukan penyiraman, itu tidak perlu. Karena, semua sudah elektronik. Intinya, sudah satu proses otomatisasi,” ujar Rektor ITTS Tri Arief kepada faktaperistiwanews.co.
Teknis itu, lanjut dia, bisa terkontrolkan melalui website dan gadget. Ini bisa mengontrol secara manual melihat perkembangan sensor dari hasilnya. Selain itu, fungsi kabel membuka teknis saat akan penyiraman. Ini sebenarnya ada beberapa unsur. Bisa terbaca langsung dari sistem sensor ke kontroler.
“Intinya, bisa terkoneksikan semua. Hanya terbagi ada 3 blok. Masing-masing menjadi beberapa bagian, dikarenakan faktor lahan cukup luas sensor tidak mungkin diterapkan pada satu tanaman saja. Maka, tiap blok dipasang beberapa sensor kemudian bisa menganalisa,” ungkap Tri Arief.
Sementara itu, Kepala UPT PATPH Provinsi Jatim Drs. Edy Hermawan menyampaikan pihaknya bersyukur telah dapat bermitra dengan ITTS.
“Kita disini mendapat dukungan, sehingga manfaat itu bisa menggunakan green house Puspa Lebo lahannya cukup luas. Dengan perkembangan teknologi tidaklah lagi memakai sistem manual,” tuturnya.
Untuk kedepan, Edy berharap, dapat melaksanakan kerja sama dengan baik bersama ITTS. Mudah-mudahan dapat meniatkan bersama.
“Kita dapat kembangkan tanaman melon dengan baik melalui teknologi diberikan oleh ITTS,” tukasnya. (uzi/yud)