Banyuwangi || faktaperistiwanews.co – Demi menekan angka resiko kematian yang diakibatkan oleh kelainan jantung pada anak, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Genteng melakukan deteksi dini Penyakit Jantung Bawaan (PJB) pada bayi dan anak-anak.
Bekerjasama dengan program pengabdian masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK Unair) – RSUD Dr. Soetomo Surabaya dan bertempat di poliklinik lantai II RSUD Genteng, Sabtu (10/6/2023) pagi.
Dalam kegiatan deteksi dini PJB pada anak ini, Divisi FK Unair RSUD Dr Soetomo Surabaya, beranggotakan 10 orang dokter ahli melakukan (On Job Training) terhadap pemeriksaan atau Skrining Ekokardiografi yang dilakukan oleh RSUD Genteng.
Kasie Pelayanan dan Humas RSUD Genteng, Dr Sugiyo Satro mengatakan, deteksi dini PJB pada anak ini adalah bentuk kerjasama RSUD Genteng dengan FK Unair RSUD Dr Soetomo Surabaya.
“Melalui program pengabdian masyarakat ini RSUD Dr Soetomo menggandeng kita untuk bekerjasama dalam keperluan deteksi dini PJB pada anak,” ucap Dr Sugiyo.
“Terlebih, ditemukan terdapat banyak kasus PJB pada bayi dan anak di wilayah RSUD Genteng setelah dilakukan Skrining,” imbuhnya.
Lebih lanjut Dr Sugiyo menjelaskan, tujuan dilakukannya kegiatan ini adalah untuk mendeteksi sedini mungkin kelainan jantung pada anak, dalam rangka menekan angka kematian bayi dan anak.
“Dengan melakukan deteksi dini kita bisa mengantisipasi agar kelainan jantung tidak semakin parah menjadi penyakit jantung, dengan jalan pengobatan atau tindakan medis yang diperlukan,” jelasnya.
Serah Terima Plakat kerjasama antara RSUD Dr Soetomo Surabaya pada RSUD Genteng, Sabtu (10/6/2023)
Disinggung mengenai penyebab terjadinya kelainan jantung pada anak, Dr Sugiyo menegaskan, bahwa masih belum diketahui secara pasti faktor yang dominan dan apa yang menjadi penyebab utamanya.
“Mengingat PJB adalah bawaan lahir, jadi banyak faktor yang menjadi penyebabnya, namun pada umumnya akibat ibunya kekurangan gizi dan nutrisi saat menjalani masa kehamilan,” tegasnya
Sementara Dokter Spesialis Anak RSUD Genteng, Dr. Andri Kurnia Wahyudi, Sp.A mengatakan, penyakit jantung bawaan dapat diketahui sejak anak dilahirkan, salah satunya dengan melihat tanda kebiruan di bibir anak.
“Untuk deteksi awal PJB pada bayi dan anak, dapat terlihat dari warna bibir yang cenderung berwarna kebiru-biruan saat bayi atau anak sedang menangis,” ujar Dr Andri di sela-sela melakukan Skrining Ekokardiografi.
Dr Sugiyo pada keterangannya menambahkan, pemeriksaan ini menggunakan sebuah alat canggih berupa Kardiografi, semacam USG jantung yang tentunya ramah anak.
“Jadi kita dapat melihat adanya kelainan jantungnya, ada kebocoran kah, atau adakah kelainan lainnya seperti kelainan pembuluh darah dan pembengkakan jantung,” terangnya.
Sedangkan mengenai tindaklanjut dari pemeriksaan dini melalui Skrining Ekokardiografi ini Dr Sugiyo menandaskan, tindakan yang diambil pihak RSUD Genteng tetap berpedoman pada tingkat kelainan yang diderita pasien pasca dilakukan skrining.
“Bagi pasien yang perlu pengobatan tentunya akan dilakukan pengobatan di RSUD Genteng, tapi kalau perlu dirujuk, maka segera dilakukan rujukan agar segera mendapatkan tindakan medis ke RSUD Dr Soetomo Surabaya,” tandas Dr Sugiyo.
(Irw/gtt)