Pelatihan 1 hari :TEKNIK MENGUJI KEJUJURAN/ KEBOHONGAN SUATU KETERANGAN

Dasar Pemikiran
Untuk menguji kebenaran keterangan, Anda perlu menggunakan kombinasi metode logika dan empiris, seperti memeriksa fakta yang relevan dengan klaim dan membandingkannya dengan bukti-bukti lain. Dalam konteks hukum, pengadilan menerapkan beberapa prinsip, termasuk memperhatikan persesuaian antara keterangan saksi yang satu dengan yang lain, kesesuaian dengan alat bukti lain, serta mempertimbangkan motif saksi dan karakter moralnya, seperti yang diatur dalam Pasal 185 ayat (6) KUHAP.

Teknik menguji kebohongan biasanya dilakukan untuk mengetahui apakah seseorang berkata jujur atau tidak. Teknik ini mencakup penggunaan alat poligraf (lie detector) untuk mendeteksi perubahan fisiologis seperti detak jantung, tekanan darah, dan respons kulit saat seseorang menjawab pertanyaan, serta observasi perilaku verbal dan non-verbal seperti perubahan kontak mata, gerakan tubuh yang gelisah, suara yang tidak konsisten, atau terlalu banyak memberikan detail. Teknik lain adalah pertanyaan spesifik untuk mengetahui jawabannya dan menanyakan hal tersebut untuk melihat reaksi orang tersebut.

Subjek Pembahasan

  1. Pengertian dan Ruang Lingkup Kebohongan
  2. Alat Poligraf (Lie Detector) : Sensor, Proses, Hasil
  • Alat yang mengukur respons fisiologis seperti detak jantung, tekanan darah, pernapasan, dan keringat yang bisa berubah saat berbohong.
  1. Pengamatan Perilaku Verbal / Non Verbal
  2. Analisis Bahasa Tubuh (Body Language)
  3. Perhatikan gerakan mata (misalnya, sering mengalihkan pandangan).
  4. Gestur tubuh yang tidak konsisten, seperti menyentuh wajah atau menggaruk leher.
  5. Postur tubuh yang tegang atau tidak alami.
  • Mikroekspresi Wajah : Ekspresi wajah yang sangat cepat dan sulit dikontrol bisa menunjukkan emosi sebenarnya yang bertentangan dengan kata-kata yang diucapkan.
  1. Teknik Wawancara Khusus
  • Memberikan pertanyaan terbuka dan mengamati detail jawaban.
  • Meminta orang tersebut menceritakan kembali kisahnya dari akhir ke awal untuk menguji konsistensi.
  1. Analisis Suara
  • Perubahan nada suara, kecepatan berbicara, dan jeda yang tidak biasa bisa menjadi tanda kebohongan.
  1. Teknik Baseline
  • Mengamati perilaku normal seseorang terlebih dahulu (baseline), lalu membandingkan saat menjawab pertanyaan yang sensitif.
  1. Teknik Sniper: Menanyakan pertanyaan yang jawabannya sudah diketahui.
  • Tujuannya adalah untuk memvalidasi fakta dan menguji kebenaran jawaban yang diberikan.

Informasi lebih lanjut bisa menghubungi :

  • Pak Tata : 0815 7897 7777
  • Ibu Ines : 0813 2498 5928
  • Pak Anan : 0822 1982 1388
  • Pak Ibnu : 0852 2009 7889

(red)