Surabaya || faktaperistiwanews.co – Pada umumnya, setiap orang memiliki kecenderungan untuk berorganisasi atau berkelompok dalam rangka melaksanakan suatu program atau aktivitas tertentu secara kolektif untuk mencapai tujuan yang diinginkan.
Dalam berorganisasi tentu tidak ada jabatan atau pengurus abadi. Pergantian kepemimpinan merupakan sebuah keniscayaan, sebagai estafet perjuangan dari masa ke masa. Salah satu cara dalam memilih ketua adalah dengan sistem musyawarah mufakat.
Kali ini Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Tegalsari menyelenggarakan musyawarah cabang (musycab) untuk periode 2022-2027 di Masjid Al Ikhlas Wonorejo Tegalsari, Surabaya pada Ahad (18/6).
Musycab dimulai jam 8 pagi hingga sore hari. Diawali dengan pembukaan. Kemudian dilanjut dengan pemaparan laporan pertanggung jawaban oleh pengurus PCM Tegalsari periode 2017-2022.
Setelah itu pemilihan formatur. Hingga terpilih struktural yang beranggotakan 9 orang, dan diluar dugaan unsur Angkatan Muda Muhammadiya masuk dalam jajaran struktural , kemudian menentukan ketua, sekretaris, dan bendahara. Terakhir, penutupan yang dihadiri oleh Suhadi M Sahli Wakil Ketua PDM Surabaya. Acara berjalan dengan tertib dan kondusif.
Adapun nama-nama 9 formatur terpilih dan perolehan suara masing-masing adalah: M Nasir (27 suara), Sofyan (27 suara), Wawan (25 suara), Sutoyo (23 suara), Arie Kurniawan (22 suara), Yusron (19 suara), Bijak Yuriswira (18 suara), Fakhruddin Lubis (17 suara), Wira (15 suara).
Sembilan formatur terpilih tersebut bermusyawarah untuk menentukan siapa yang akan menahkodai PCM Tegalsari mendatang. Hasilnya, Sofyan Affandy Yusuf yang memeroleh suara terbanyak (sama dengan M Nasir) terpilih sebagai ketua.
Setelah mendapat amanah yang tidak mudah ini, Sofyan berharap PCM Tegalsari bisa solid dan saling bersinergi, Jika hal itu sudah terpenuhi, maka program-program ke depan bisa dengan mudah dikerjakan.
“Jadi, Tegalsari ini PR nya banyak sekali. Pertama, kalau (menurut) saya, kita akan merapatkan barisan dulu.., setelah itu kita akan membentuk majelis,” papar Sofyan.
Di samping itu, ia menyampaikan betapa pentingnya keaktifan dari seluruh pengurus PCM, serta menghibahkan waktu, pikiran, dan tenaganya untuk Persyarikatan.
“Jangan sampai majelis itu ada (orangnya) tapi tidak bergerak. Ibarat kita punya tangan, tapi tangan kita tidak bergerak, serta warga Muhammadiyah bisa berdiaspora dlm bermasyarakat di berbagai sektor, yang tujuannya utk kemaslahatan warga Muhammadiyah pada khususnya,dan warga kecamatan Tegalsari pada umumnya” statmentnya ketua PCM Tegalsari saat di konfirmasi.
(ysf)