Pasca Pengukuhan, Ketua PP Pemuda Muhammadiyah Hadiri I’tikaf Ramadhan di Surabaya

SURABAYA || faktaperistiwanews.co – Sepuluh malam terakhir di bulan ramadhan merupakan waktu berharga yang di dalamnya terdapat banyak keutamaan dan keistimewaan. Salah satu keutamaannya–yang tidak didapatkan di waktu lain–adalah di dalamnya ada lailatul qadar. Meski demikian tidak semua orang mampu memanfaatkan momentum spesial yang terbatas ini.

Menyambut momen langka ini, Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah (PCPM) Tegalsari bersama Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Surabaya gelar i’tikaf ramadhan dengan tema, “Mendidik Mental Spiritual menuju Pemuda Rabbani dan Berkemajuan” di masjid Al Ikhlas Wonorejo, Tegalsari pada Sabtu-Ahad (15-16/4) bertepatan dengan malam 25 Ramadhan.

Terdapat beberapa serangkaian kegiatan dalam agenda ini, yaitu shalat tarawih berjamaah yang dilanjut kultum, kajian keagamaan dan kepemudaan, diskusi santai, qiyamul lail, sahur bersama, serta shalat subuh berjamaah yang ditutup dengan kultum. Acara demi acara berjalan dengan lancar.

Puluhan peserta yang hadir adalah dari berbagai PCPM dan ortom Muhammadiyah se-Surabaya yang turut meramaikan dan menyukseskan acara ini. Hadir sebagai pembicara dalam kajian dan diskusi panel adalah Muhammad Syaltut Ketua PP Pemuda Muhammadiyah, Sobrun Jamil Wakil Ketua PWPM Jawa Timur, dan Aditama Ketua PDPM Gresik.

Syaltut menyampaikan di hadapan hadirin akan pentingnya tazkiyyatun nafs (penyucian jiwa), terlebih di bulan yang penuh barokah dan ampunan ini. Sementara Sobrun memaparkan betapa pentingnya pemuda dalam membangun peradaban yang gemilang dan menjadi pemuda yang rabbani, seperti Muhammad Al Fatih yang di usia mudanya meraih kejayaan yang sangat mulia.

Di samping itu Aditama juga turut menuturkan bahwa untuk mencapai pemuda yang berkemajuan dengan mengikuti jejak tokoh-tokoh pendahulu. Salah satu sosok yang menjadi panutan para kader pemuda Muhammadiyah adalah Jenderal Sudirman yang pada masa mudanya menghasilkan karya luar biasa yang menjadi catatan sejarah republik Indonesia.

(Ai)