MINUT || Faktaperistiwanews.co –
Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara melalui Dinas Perdagangan kembali menghadirkan program Pasar Murah Bersubsidi sebagai upaya konkret mengendalikan inflasi sekaligus memastikan masyarakat dapat memperoleh bahan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau. Kegiatan yang digelar di Kecamatan Likupang Timur, tepatnya di Kantor Desa Pinenek, Jumat (28/11/2025), disambut antusias oleh ratusan warga dari Desa Pinenek dan wilayah sekitarnya.
Sejak siang hari, warga telah memadati lokasi kegiatan. Bahkan sebelum tim Pasar Murah dan Bulog tiba, masyarakat sudah menunggu dengan penuh antusias, berharap bisa segera berbelanja sembako dengan harga subsidi. Suasana ramai tak surut hingga sore hari, mencerminkan tingginya kebutuhan masyarakat menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru.
Kegiatan Pasar Murah Bersubsidi tahap 2 ini resmi dibuka oleh Bupati Minahasa Utara Joune Ganda, SE, MAP, MM, M.Si, melalui Kepala Dinas Perdagangan Drs. Sinpersli M. Tapada, M.Sc. Dalam arahannya, pemerintah menegaskan bahwa pasar murah merupakan program strategis yang ditujukan untuk seluruh masyarakat di 10 kecamatan di Minahasa Utara, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara merata.
Berbagai komoditas penting disediakan dalam kegiatan ini, antara lain:
Beras
Minyak kelapa
Telur ayam
Cabai rawit
Bawang merah
Bawang putih
Daging ayam
Seluruh bahan pokok tersebut dijual dengan harga yang jauh lebih rendah dibandingkan harga pasar pada umumnya, sehingga menjadi solusi nyata bagi masyarakat di tengah fluktuasi harga menjelang akhir tahun.
Warga memberikan respon positif dan penuh rasa syukur atas kehadiran pasar murah ini. “Kami sangat terbantu sekali dengan adanya pasar murah bersubsidi ini. Ini sangat meringankan beban kami. Terima kasih kepada Bapak Bupati dan Wakil Bupati serta Dinas Perdagangan. Kami berharap kegiatan ini dapat terus berlanjut bahkan dengan pasokan yang lebih besar,” ungkap salah satu warga yang hadir.
Mendengar aspirasi tersebut, pihak Dinas Perdagangan langsung merespons positif dan memastikan akan terus meningkatkan program pelayanan publik dalam bentuk inovasi KOIN PERAK LAPIS EMAS (Kios Inflasi Perdagangan Layani Pembeli Sembako Masyarakat) sebagai langkah berkelanjutan untuk menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat.
(SWS)