Sidoarjo || faktaperistiwanews.co – Sidoarjo School Fest (SSF) Vol. 5 Tahun 2026 kembali digelar di halaman lantai dasar Lippo Plaza Sidoarjo, resmi dibuka, Selasa, 21/04/2026.
Acara ini menjadi wadah sekaligus menjadi semangat kreativitas dan inovasi terpancar kuat dalam ajang Sidoarjo School Fest (SSF) ke 5 tahun 2026. Acara ini pertama kali dilaksanakan pada tahun 2021 dan sekarang di gelar di Lippo Plaza Sidoarjo. Acara yang menjadi wadah unjuk gigi bagi para siswa SMK Swasta yang dihadiri sekitar 21 SMK Swasta se Sidoarjo menghadirkan berbagai karya kreatif yang membuktikan kualitas sekolah swasta di Sidoarjo mampu bersaing dan sejajar dengan sekolah negeri. Dengan melalui SSF ke-5 , diharapkan dapat menjadi momentum kebangkitan bagi SMK Swasta di Sidoarjo untuk terus menunjukkan dalam melahirkan generasi yang kompeten, kreatif dan siap kerja.
Acara pembukaan ini dihadiri oleh, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur perwakilan Sidoarjo, Dr. Kiswanto, S.Pd., M.Pd., Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sidoarjo, Dr. Ng. Tirto Adi, M.Pd, Kepala Disnaker Sidoarjo, Dwi Eko Saptono, S.Sos., MM.,MT, Perwakilan Kementrian Agama, Nanang. S, Ketua MKKS SMK Swasta Kabupaten Sidoarjo, Dr. Kisyanto, Ketua Panitia SSF Vol. 5, Dr. Joko Siswanto M.Pd.I, Kepala SMK Sewasta se Kabupaten Sidoarjo, Bapak-Ibu Guru SMK Swasta se Kabupaten Sidoarjo, dan Siswa-Siswi SMK Swasta se Kabupaten Sidoarjo. Kolaborasi ini dinilai sangat krusial, terutama dalam membangun sinergi pendidikan yang berkelanjutan.
Ketua Panitia SSF Vol 5, Dr. Joko Siswanto M.Pd.I, yang juga Kepala Sekolah SMK ITABA Sidoarjo, dalam sambutannya menyampaikan puji syukur Alhamdulillahi robil alamin kegiatan pembukaan Sidoarjo School Fest Vol. 5 (SSF) , ini adalah gelaran dari MKKS SMK Swasta Vol ke-5 kegiatan ini merupakan agenda rutinan dari MKKS SMK Swasta se Kabupaten Sidoarjo dalam rangka memberikan informasi, edukasi, literasi, dan pendidikan vokasi bagi masyarakat Sidoarjo bagi anak-anak siswa SMP yang ingin melanjutkan ke jenjang pendidikan lanjutan, dan Festival ini merupakan ajang kreasi siswa SMK. Tujuannya, untuk memamerkan karya seluruh hasil kerja keras siswa-siswi di Kabupaten Sidoarjo, ucapnya.
Ketua Panitia juga mengatakan SSF Vol.5 ini menghadirkan pameran produk dan jasa kreatif dari 21 SMK Swasta se Kabupaten Sidoarjo. Semua jurusan unggulan yakni ; mulai dari Mesin, Teknologi serta Kesehatan terwakili dalam ajang ini untuk memberikan referensi bagi siswa SMP dan MTs yang akan melanjutkan pendidikan ke jenjang SMK.
Kegiatan yang dilaksanakan selama enam hari, kegiatan SSF ini menyajikan serangkaian acara yang edukatif dan menghibur bagi masyarakat diantaranya, pameran kreatif yang isinya menampilkan inovasi dari 21 SMK Swasta se Kabupaten Sidoarjo. Seperti karya unggulan mobil listrik, juga ada lomba dan festival, ungkapnya.
Sementara Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur perwakilan Sidoarjo, Dr. Kiswanto, S.Pd.,M.Pd, mengatakan bahwa pameran ini menjadi langkah strategis untuk membangun kepercayaan masyarakat terhadap sekolah swasta. Pameran karya siswa ini bukan hanya ajang kreativitas saja melainkan juga untuk membangun kepercayaan masyarakat, ucapnya.
Dr. Kiswanto, S.Pd., M.Pd, menambahkan, kesuksesan siswa tidak ditentukan oleh status sekolahnya saja. Melainkan bagaimana Anak-anak dibekali pemahaman untuk terus belajar, belajar, dan belajar.
“Yang terpenting adalah isi otak, skill, dan kompetensi siswa yang diuji saat lulus sekolah,” paparnya.
Harapannya, “Dengan melalui Sidoarjo School Festival (SSF) ke-5 ini dapat menjadikan momentum kebangkitan dan semangat bagi SMK Swasta se Sidoarjo untuk terus menunjukkan taringnya dalam melahirkan generasi yang kompeten, kreatif, dan siap kerja di wilayah jasa industri dan perdagangan, harapnya.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sidoarjo, Dr. Ng. Tirto Adi M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan, sangat mengapresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini. Acara SSF Vol. 5 ini bukan sekedar pameran pendidikan, melainkan juga bukti nyata eksistensi dan konsistensi komunitas SMK Swasta di Kabupaten Sidoarjo yang terus berkembang dari tahun ke tahun, ucapnya.
Kepala Dinas Pendidikan Abah Tirto panggilan akrabnya, mengatakan ” Acara ini luar biasa, kegiatan ini sudah berlangsung untuk yang ke lima kalinya. Artinya, selama lima tahun berturut-turut, SMK Swasta di Sidoarjo mampu menunjukkan eksistensinya. Tidak semua komunitas pendidikan bisa bertahan dan berkembang seperti ini,” ujarnya.
Abah Tirto, menambahkan, keberadaan pameran diruang terbuka seperti pusat perbelanjaan memberikan dampak yang lebih luas. Dengan digelar ditempat terbuka, bukan hanya siswa lulusan SMP dan MTs saja yang bisa melihat, tetapi juga masyarakat umum. Ini menjadi ajang komunikasi, edukasi, sekaligus informasi yang sangat efektif,” paparnya.
Abah Tirto juga menjelaskan bahwa tidak ada perbedaan antara sekolah negeri dan swasta dalam upaya memajukan pendidikan di Sidoarjo. Ia menyampaikan bahwa visi Pemerintah Kabupaten Sidoarjo adalah mendorong seluruh lembaga pendidikan untuk maju dan berkembang bersama.
“Negeri dan swasta itu sama. Kita ingin semua maju bersama. Anak-anak bebas memilih sekolah sesuai minat dan bakatnya, karena sekarang kualitas sekolah swasta juga luar biasa,” jelasnya.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sidoarjo, memberikan contoh konkret perkembangan pesat SMK Swasta di Sidoarjo, salah satunya adalah SMK YPM 8 Sidoarjo yang menurutnya memiliki manajemen pendidikan yang sangat baik. Dengan jumlah siswa 1750 anak dan didukung sekitar 40 tenaga pendidik, sekolah tersebut mampu menciptakan lingkungan belajar yang bersih dan nyaman tanpa petugas kebersihan khusus.
“Ini menunjukkan bahwa kepemimpinan kepala sekolah dan budaya disiplin siswa sangat menentukan kualitas lingkungan sekolah,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Abah Tirto juga menyoroti faktor-faktor yang mempengaruhi kesuksesan siswa. Ia menyampaikan bahwa keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan akademik, tetapi juga oleh beberapa aspek penting lainnya.
Ia menyebutkan bahwa penggunaan gadget yang berlebihan dapat berdampak negatif pada perkembangan anak, bahkan memicu kondisi yang disebutnya sebagai “Nomophobia” atau ketergantungan terhadap ponsel. Selain itu , kondisi keluarga yang harmonis juga menjadi faktor krusial dalam membentuk karakter siswa.
“Anak-anak yang bermasalah di sekolah seringkali berasal dari kondisi keluarga yang kurang harmonis. Maka peran orang tua sangat penting,” ujarnya.
Selain lingkungan keluarga, lingkungan sekolah juga memiliki peran besar dalam mendorong siswa untuk berkembang. Sekolah yang mampu menciptakan suasana belajar yang mampu menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan inspiratif akan lebih mudah membentuk siswa yang berprestasi.
Namun demikian, Ia menekankan bahwa ketiga faktor tersebut, gadget, keluarga, dan lingkungan sekolah secara keseluruhan hanya menyumbang sebagian kecil terhadap kesuksesan seseorang. Ia mengisyaratkan adanya faktor lain yang lebih dominan, yakni karakter dan kemauan individu itu sendiri.
Dengan terselenggaranya acara ini, diharapkan masyarakat semakin memahami bahwa pendidikan vokasi memiliki peran strategis dalam mencetak generasi siap kerja dan berdaya saing tinggi. SSF Vol. 5 menjadi pilihan utama dalam dunia pendidikan.
Acara ini sekaligus memperkuat komitmen bersama untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan di Kabupaten Sidoarjo, demi menciptakan generasi unggul yang siap menghadapi tantangan masa depan, pungkasnya.
Acara ini dimeriahkan dengan pameran hasil karya siswa-siswi SMK Swasta se Kabupaten Sidoarjo Dan hiburan seni tari remo, tari wayangan Janoko, Srikandi Semar, Gareng, Bagong, Petruk, serta vokal penyanyi, dance dan pencak silat dari siswa-siswi SMK Swasta se Kabupaten Sidoarjo. (jw)