Surabaya || faktaperistiwanews.co – Terlihat sisi selatan langit-langit atap plafon jebol dan dinding terlihat kusam, hingga sisi utara beberapa atap plafon tampak berlubang. Seperti itu kondisi sekarang Pasar Tunjungan, tepatnya di Jalan Tunjungan, Kecamatan Genteng Surabaya.
Bangunan berdiri sejak 1979 yang lokasinya berada di salah satu pusat segitiga emas perdagangan tersebut, menduga dibiarkan mangkrak hingga tidak ada perubahan maupun revitalisasi.
Dikenal sebelumnya, Pasar Tunjungan sebagai pasar legendaris peninggalan zaman terdahulu, sangat disayangkan kini keadaan tak terawat. Pasalnya, kondisi pada 2 (dua) eskalator sisi utara maupun selatan diketahui tidak berfungsi maksimal. Bangunan pun di lantai 2 dan lantai 3 terlihat petang dan suram.
Beberapa kalangan masyarakat menilai bahwa, tak ada upaya perawatan maksimal pada Pasar Tunjungan Surabaya. Karena itu peran serta Perusahaan Daerah (PD) Pasar Surya Surabaya, dalam naungan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya punya tanggung jawab penuh untuk memonitoring ataupun merevitalisasi yang kedepannya lebih layak.
Dan jika, dilokasi masih saja ditemukan bangunan Pasar Tunjungan Surabaya adanya dugaan kesengajaan seseorang (human error) tak dilakukan revitalisasi. Maka tentu, pengawasan maupun evaluasi dari pihak PD Pasar Surya Surabaya sangat dipertanyakan terkait anggaran untuk merevitalisasi tersebut.
Dikonfirmasi, Agus Priyo Direktur Utama (Dirut) PD Pasar Surya Surabaya mengatakan, keadaan Pasar Tunjungan kalau di lakukan revitalisasi, memang perlu biaya dan anggaran maksimal, itu sudah jelas.
“Kita kalau revitalisasi (Pasar Tunjungan Surabaya), mengacu pembiayaan dan anggaran, sedangkan kita terus terang belum siap,” ujar Agus Priyo, Senin (24/7).
Dengan begitu, Agus pun menghargai penyewa stan di Pasar Tunjungan, bahkan akan membantu dagangannya bagaimana cara agar pihak penyewa stan itu ramai pembeli.
“Itu dulu kita konsep. Karena, kalau kita membahas persoalan revitalisasi Pasar Tunjungan, jelas membutuhkan biaya tidak sedikit,” ungkapnya.
Saat ini, disebutkan Agus, pihaknya terkendala keterbatasan anggaran untuk revitalisasi Pasar Tunjungan itu. Hanya saja dia tetap berupaya memberikan peluang bagi pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) agar bisa berdagang.
“Nah, inilah yang sangat berpeluang bagus untuk kami,” ucapnya.
Upaya merevitalisasi Pasar Tunjungan, besar harapan ada anggaran atau dana masuk.
“Kita bisa betul-betul dapat konsentrasi dalam pengelolaan itu. Intinya, kita akan terus berbenah untuk Pasar Tunjungan ini,” kata Agus Priyo.
Terpisah, disampaikan Kepala Unit Pasar Tunjungan Surabaya Koencoro bahwa, keadaan Pasar Tunjungan Surabaya saat ini yang terkendala tinggal lantai 2 dan lantai 3. Namun, kalau skup besar pembahasan merevitalisasi Pasar Tunjungan, pihaknya tidak punya kewenangan.
“Untuk revitalisasi (Pasar Tunjungan), wes aku gak nutut (sudah saya tidak nutut). Itu aksesnya ke Pemkot sama pihak pusat PD Pasar Surya Surabaya,” kata Koencoro, dikonfirmasi faktaperistiwanews.co di Pasar Tunjungan.
Menurutnya, proses revitalisasi itulah tidak bisa langsung instan (langsung). Hingga merombak bangunan Pasar Tunjungan juga terkendala anggaran. Untuk bangunannya, masih tergolong cagar budaya.
“Kalau terkait revitalisasi Pasar Tunjungan sisi selatan, pihak pusat PD Pasar Surya yang mengetahui, bagian pemasaran atau Direktur Pembinaan Pedagang PD Pasar Surya,” ungkap dia kembali.
Lebih lanjut Koencoro menuturkan bagaimana cara agar Pasar Tunjungan beroperasi atau di hidupkan. Tapi, kembali lagi bahwa, untuk biaya anggaran itu sudah tidak ada. Seperti saja, eskalator. Supaya fungsi, tetap menunggu keputusan PD Pasar Surya. Maka, nanti akan tahu kemampuan sekian banyak yang dapat di revitalisasi.
“PD Pasar Surya biaya revitalisasi Pasar Tunjungan sudah nggak ada. Intinya, dengan revitalisasi ini akan bertahap,” urainya. (uzi/yud)