KEDIRI || faktaperistiwanews.co – Pagelaran wayang kulit semalam suntuk setelah tiga tahun lebih acara hiburan vakum dikarenakan pandemi, kini Desa Tarokan kembali dimanjakan berbagai jenis hiburan, dengan tema, “Tasyakuran Bersih desa Tarokan dan PHBN di hari kemerdekaan Republik Indonesia ke- 78 tahun. Selasa malam, 22/08/2023.
Acara diawali dengan sambutan Kepala desa Tarokan Bapak Supadi dilanjutkan sambutan Bupati Kediri Bapak Hanindito Himawan Pramana, S.H, rangkaian acara peringatan HUT RI ke-78 yang di selenggarakan Desa Tarokan Kecamatan Tarokan Kabupaten Kediri semakin meriah, bertempat di dusun Pilangbangu desa Tarokan kecamatan Tarokan. Pagelaran Wayang Kulit yang terselenggara spektakuler. Dipadati ratusan penonton dari berbagai daerah, terutama wilayah Tarokan dan sekitarnya.
Kepala Desa Tarokan, Supadi menyerahkan dan penyerahan gunungan oleh Ibu Yatirah kepada Dalang Ki Cahyo Kuntadilakon pewayangan kepada dalang Ki Dalang Cahyo Kuntadi dengan Lakon “Anoman Maneges”, sebelum acara dimulai.
Selain dihadiri Bupati Kediri Bapak Hanindhito acara dihadiri oleh Agus Cahyono Kepala DMPD Kab Kediri, Suharsono camat Tarokan, Danramil 0809/05 Grogol, Iptu Yahya beserta polsek Tarokan, muspika kec. Tarokan, sekcam Tarokan beserta Kasi-kasi kec.Tarokan, kepala desa seTarokan Kediri dan Apemdes desa Tarokan juga penonton yang sebagian besar merupakan warga desa Tarokan memadati pagelaran wayang kulit dengan tertib duduk-duduk berjajar di depan panggung menampakkan suasana kerukunan dan kekompakan di desa Tarokan ini terjalin kuat.
” Dalam kesempatan ini, Ki Dalang Cahyo Kuntadi dengan Lakon “Anoman Maneges”, menyampaikan Wayang Kulit merupakan khasanah budaya Bangsa yang patut dilestarikan, karena Wayang Kulit juga sudah dilestarikan orang-orang terdahulu. “Istilahnya Menguri-uri Budaya Jawi,” ucap Cahyo.
Menurut Supadi, ” mengenai makna Lakon tersebut yang menceritakan sambil tersenyum-senyum menuturkan, silakan mengikuti saja alur ceritanya nanti akan paham, intinya dari alur wayang ini kita bisa ambil hikmah tentang kerukunan antar umat beragama dan menjaga ketentraman sesama, dalam acara tersebut juga ada tanya jawab kepada warga. ” Alhamdulillah sampai akhir acara berjalan lancar dan kondusif,” pungkas Supadi.(Eko)