Matsama MAN Kota Surabaya Bekali Siswa Didik Baru dengan Materi Kemadrasahan

Surabaya || faktaperistiwanews.co – Kegiatan Matsama (Masa Ta’aruf Siswa Madrasah) Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Kota Surabaya tahun pelajaran 2023 / 2024 digelar selama 3 hari, mulai 17 sampai 18 dan berakhir 20 Juli 2023.

Siswa-siswi didik baru selama kegiatan Matsama berlangsung tersebut diberikan bekal pengenalan beberapa materi yang bertujuan untuk dapat beradaptasi dengan lingkungan baru dan menjalin hubungan baik antara kepala madrasah, guru, dan sesama siswa atau teman-temannya.

Pada kesempatan itu, Kepala Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Kota Surabaya, Drs. H. Fathorrakhman, M.Pd., melalui Wakil Kepala (Waka) Kesiswaan MAN Kota Surabaya, Muhammad Suwar, S.PdI., M.Pd., mengatakan pelaksanaan Matsama MAN Kota Surabaya, siswa-siswi didik baru tahun ajaran 2023 / 2024 pihaknya memberikan bekal materi tentang kemadrasahan. Materi itu dalam pengenalan lingkungan madrasah.

“Jadi, siswa-siswi didik baru kita memperkenalkan lingkup madrasah, agar mereka dapat mengetahui nilai-nilai budaya madrasah, seperti siswi baru saat sekolah di MAN Surabaya, harus memakai jilbab atau kerudung,” ujar Waka Kesiswaan MAN Kota Surabaya, Muhammad Suwar, Kamis (20/7).

Lebih lanjut Suwar menyampaikan pembekalan siswa-siswi didik baru juga dengan membiasakan mengikuti sholat dhuha berjamaah, hingga sejarah dan lingkungan sarana dan prasarana (sarpras) sampai pencapaian madrasah adiwiyata. Ini bagian materi kemadrasahan saat Matsama.

“Kita kenalkan siswa didik baru mulai pembiasaan sholat dhuha bersama, hingga sejarah lingkungan madrasah,” paparnya.

Tak hanya itu, pembekalan materi juga diberikan kepada siswa didik baru, yakni materi moderasi beragama. Tujuan ini agar mereka menjadikan seorang muslim yang berwawasan moderasi beragama yang baik.

“Kita tanamkan bekal materi moderasi beragama supaya anak-anak dapat saling menghargai, menghormati dan mempunyai toleransi antar agama,” kata Suwar.

Matsama MAN Kota Surabaya juga terdapat pengenalan materi riset dan robotik untuk siswa-siswi didik baru. Perlunya membekali materi ini supaya anak-anak ketika sewaktu-waktu ada kegiatan madrasah bersifat riset maupun robotik, mereka sudah tersiapkan.

“Dengan materi riset dan robotik yang kita berikan, mereka nantinya sudah memiliki bekal serta mampu lebih unggul. Kita saat pembelajaran pun menerapkan materi riset dan robotik,” jelas dia.

Di akhir Matsama, sambungnya, terdapat materi kesiswaan, organisasi siswa intra sekolah (Osis) hingga ekstrakurikuler (Eskul). Pengenalan inilah cenderung menjadi bagian ketika siswa-siswi didik baru diterima sekolah di MAN Kota Surabaya.

“Akhir Matsama kita berikan pembekalan demo Eskul. Jadi, semua kegiatan eskul ini kita tampilkan, bahkan kita adakan simulasi, jika sewaktu-waktu terdapat siswa-siswi mengalami kurang enak badan dan memerlukan perawatan medis. Kita sampai lakukan menyewa kendaraan ambulans,” ungkapnya.

“Eskul ini terbagi menjadi dua diantaranya, eskul yang berkaitan berada di lapangan seperti, Paskibraka (Pasukan Pengibar Bendera Pusaka), Pramuka, dan PMR (Palang Merah Remaja), maupun di dalam ruangan atau basement, yaitu karya seni, musik band, banjari, sains dan tarian,” tambah Suwar.

Penampilan ajang kreativitas, juga terdapat diakhir Matsama. Masing-masing kelas menampilkan untuk memberikan challenge (tantangan) bagi siswa-siswi didik baru yang berkreasi.

“Mereka tampil kreativitasnya di hadapan teman-temannya. Cara ini memberikan bekal bagi murid baru supaya mampu dalam kegiatan pembelajaran kurikuler maupun ekstrakurikuler,” imbuhnya.

Pembekalan materi bahaya narkoba, dan materi tertib berlalulintas berlaku pada Matsama MAN Kota Surabaya. Siswa-siswi didik baru memperoleh bekal supaya tidak terpengaruh atau salah pergaulan dan taat hukum.

“Materi itu kita hadirkan pemateri dari polsek setempat. Kita juga berikan materi pola hidup sehat yang dihadirkan pemateri oleh puskemas sekitar,” imbuh Suwar.

Sementara, Waka Kurikulum MAN Kota Surabaya, Enni Subchandini, SPd., menambahkan, perlunya penerapan materi tes minat dan gaya belajar untuk siswa didik baru supaya dapat mengetahui potensi IQ, bakat, dan minat serta gaya belajar yang mereka sukai.

“Cara ini memudahkan kita dalam memetakan kemapuan masing-masing murid baru akan memudahkan para guru memberikan materi pelajaran nantinya,” katanya.

Materi tes minat dan gaya belajar, Enni Subchandini memaparkan terdapat pada kurikulum merdeka. Dengan proses pembelajaran berdefresiasi. Artinya, proses belajar ini lebih efektif dengan memberikan pemahaman untuk siswa dalam ruang kelas yang beranekaragam.

“Ini yang kita terapkan pada MAN Kota Surabaya membekali siswa dengan materi tersebut adalah, visual, auditori atau kinestetik (VAK),” pungkasnya. (uzi/yud)