MAN Sidoarjo Loloskan Anak Didiknya Diterima PTN Tahun 2023

Sidoarjo || faktaperistiwanews.co – Sejumlah anak didik Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Sidoarjo berhasil diterima di Perguruan Tinggi Negeri (PTN), melalui jalur SNBP (Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi) tahun 2023.

Jika dibandingkan sebelumnya, tahun 2023 ini mengalami peningkatan signifikan yang lolos diterima jalur SNBP sebanyak 75 siswa. Sedangkan jalur PMDP (Penelusuran Minat Dan Prestasi) diterima sebanyak 9 siswa, dan jalur SPAN (Seleksi Pendidikan Agama Negeri) sebanyak 32 siswa.

“Untuk jalur Mandiri Prestasi ada 4 siswa, serta jalur Mandiri sekitar 17 siswa,” ujar Kepala MAN Sidoarjo, Drs. H. Abdul Jalil, M.PdI., kepada faktaperistiwanews.co, Kamis (3/8/2023).

Lebih lanjut Jalil menyampaikan, siswa yang diterima jalur UTBK (Ujian Tertulis Berbasis Komputer) SNBT (Seleksi Nasional Berbasis Tes) sebanyak 133 anak.

“Jalur UM PTKIN (Ujian Masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri) diterima sebanyak 20 siswa, tapi yang menempuh jalur kedinasan ada 2 anak. Jadi, total keseluruhan ada 292 siswa,” paparnya.

Jalil memaparkan, untuk bidang studi Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) jumlahnya ada 256 siswa, serta bidang studi Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) ada 189 siswa.

“Peningkatan prestasi siswa-siswi kami selalu lakukan pembinaan terhadap bidang studi yang terbiasa untuk assessmen. Artinya, supaya nilai mereka (siswa) tetap terus meningkat,” tuturnya.

Pihaknya juga memberikan pembinaan siswa dalam tingkat nasional maupun internasional. Membekali sertifikat tersebut termasuk menjadi modal mereka untuk masuk ke PTN.

“Kita kawal sejak awal, agar siswa mempunyai prestasi khusus. Terus kita kawal sampai lolos perguruan tinggi negeri,” kata Jalil.

Menurut Jalil, sejak masuk kelas X, sampai ke kelas XI guru pembimbing MAN Sidoarjo mengawalnya dalam pendampingan materi untuk siswa. Nah, ketika kelas XII prestasi terus meningkat.

“Saat siswa masuk ke perguruan tinggi, bekal sudah tersiapkan, dan menjadi percontohan bahwa MAN Sidoarjo siswa-siswinya bisa menempuh pendidikan perguruan tinggi ternama, alias tidak memalukan,” jelasnya. Peran orang tua, sambung Jalil, sebagai pendukung siswa untuk pendampingan di luar madrasah. Jadi, sama-sama berjalan sempurna, baik pendampingan guru saat berada di madrasah.

“Kami berpesan, semua wali murid agar terus memberi motivasi anaknya. Motivasi itu belajar di tingkatkan, supaya nanti saat kelulusan, anak atau siswa dapat mengikuti seleksi ke jalur perguruan tinggi yang mereka inginkan,” tutur dia. (uzi)