Jakarta || faktaperistiwanews.co – Wakil Komisi III DPR RI, Dr. Ir. H. Adies Kadir, M.Hum., mengungkapkan bahwa pihaknya ketika melakukan kunjungan kerja (Kunker) di berbagai wilayah Indonesia menyoalkan terkait keimigrasian serta menemukan adanya warga negara asing (WNA) yang tiba-tiba memiliki KTP Indonesia. Menurutnya, kebanyakan WNA tersebut ditemukan di kawasan pasar-pasar.
“Ada beberapa daerah yang tiba-tiba kami menemukan WNA. Khususnya di pasar-pasar atau di mana yang tiba-tiba berjualan dan sudah mendapatkan KTP warga negara Republik Indonesia,” ungkap Adies Kadir dalam keterangan tertulis.
Dikatakan Adies Kadir dalam rapat kerja bersama Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham), serta sekaligus di hadiri langsung Menkumham Yasonna Laoly, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat pada waktu itu, (31/5) temuan yang di dapatinya di berbagai wilayah, mulai Jawa Timur, Kalimantan, dan Jawa Barat.
Selain itu, Politisi Partai Golongan Karya (Golkar) menuturkan, telah menemukan adanya WNA yang kerja secara diam-diam di perkampungan. Belum lagi persoalan tenaga kerja dan wisatawan yang masuk ke Indonesia secara ilegal.
“Bahkan ulah-ulah dari pada wisatawan sudah berada di dalam negeri kita yang melakukan kegiatan-kegiatan wisata,” kata dia.
Kemudian, Adies Kadir juga menyinggung Ditjen Imigrasi yang mendapat tambahan anggaran untuk tahun 2024 kurang lebih sebesar Rp. 400 miliar.
Diungkapkannya, penambahan anggaran itu adalah beban bagi Dirjen Imigrasi Silmy Karim untuk membenahi permasalahan keimigrasian yang ada saat ini.
“Jadi sebenarnya ini bukan suatu penghargaan, tapi ini beban yang harus dijalankan oleh khususnya Dirjen Imigrasi,” tutur Adies Kadir selaku Anggota DPR RI Daerah Pemilihan (Dapil) Jatim 1 Surabaya Sidoarjo tersebut.
Sementara itu, Adies Kadir juga mengimbau Kemenkumham RI mempererat kerja sama dengan sentra penegakan hukum terpadu (Gakkumdu) di daerah. Apalagi, sambung dia, anggaran Ditjen Imigrasi sudah ditambah untuk menyelesaikan masalah-masalah itu.
“Mungkin kerja sama dengan gakkumdu lebih dipererat, mumpung ini anggarannya sudah ditambah agar wisatawan-wisatawan yang masuk secara ilegal ini bisa tertangani dengan baik,” tandasnya. (uzi/yud)