Ketua PGRI Surabaya Himbau Guru Amanah Saat Belajar Mengajar Di Sekolah

Surabaya || faktaperistiwanews.co – Bagi guru ketika proses belajar mengajar dengan cara membentak (menghardik) siswa di sekolah bukan suatu hal yang tepat. Walaupun tujuan tersebut agar anak tidak mengulangi melanggarnya kembali.

Oleh karena itu, Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Surabaya, Agnes Warsiati menyatakan bahwa pihaknya akan melakukan beberapa tahap untuk memberikan kefahaman kepada sejumlah guru.

“Nantinya kami akan bertahap memberikan pemahaman guru dalam belajar mengajar jangan sampai ada kekerasan atau lainnya. Karena itulah akan ada sisi hukum,” ujar Agnes Warsiati kepada FP News, Sabtu (26/8/2023).

Agnes juga akan membekali guru saat proses belajar mengajar lebih maksimal. Sehingga, tidak terulang lagi yang namanya kekerasan kepada siswa.

“Kita akan bekali semua guru. Karena peran guru harus sebagai orang tua siswa (anak) di sekolah,” katanya.

Tak hanya itu, Agnes kembali menghimbau semua guru saat mengajar anak di sekolah harus lebih amanah hal apapun. Tujuan itu anak akan mudah mengingatnya.

“Guru harus amanah mengajarkan di sekolah. Amanah itu tidak dengan membentak tetapi harus menguasai karakter anak,” pintanya

Menurut Agnes, hal tersebut sesuatu PR terbesar supaya guru tidak sampai terjadi membentak siswa berada di sekolah.

“Proses belajar mengajar sesuai dengan sistem P5 (potensi, pemberdayaan, peningkatan, pemahaman diri dan peran sosial) yang di praktekkan bahwa sekolah tidak hanya menuntut ilmu saja, tapi guru harus faham dalam kekuatan moral,” imbuhnya. (ysf/uzi/yud)