Surabaya || faktaperistiwanews.co – Setelah pemasangan box culvert beberapa bulan lalu, kondisi fisik aspal baru disinyalir tidak layak. Bukan tanpa alasan, ruas jalan aspal di Kota Surabaya baru saja beberapa bulan terakhir, namun tidak semua mulus, dan ditemukan berlubang menganga.
Dari pantauan faktaperistiwanews.co, selain lubang menganga, jalan aspal baru rupanya tidak merata pada sisi kanan dan sisi kiri ruas jalan, serta terdapat retak rambut, maupun retakan cukup lebar. Tidak hanya itu, ironisnya tulang besi dalaman aspal baru itu tampak terlihat jelas.
Dengan hal demikian, sangatlah patut dipertanyakan ada apa terkait pengerjaan aspal baru dari Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya tersebut. Apakah diduga mengalami penyusutan aspal?
Salah satu pengendara bernama Ovi, mengaku jalan aspal yang dilintasi itu memang masih tidak cukup lama. Tetapi, anehnya sudah mengalami kerusakan.
“Sempat heran sih, dengan jalannya baru saja di aspal, secepat itu rusak,” kata Ovi.
Hal yang sama diungkapkan Ari, jalan baru di aspal itu akses selalu di lewatinya. Tapi, kenapa sudah rusak.
“Iya jalannya rusak, sampai-sampai ada inisiatif warga sekitar menambal, namun tetap saja berlubang, bahkan sampai keliatan itu besi dalamnya,” ujar Ari dengan mengeluh.
Terpisah, Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Surabaya, Lilik Arijanto, S.T., M.T., menyebutkan bahwa, terkait aspal baru mengalami kerusakan, terjadi akibat setlement (penurunan-red) tanah akibat pemadatan yang kurang sempurna.
“Jadi, setlement tanah itu kurang sempurna pada samping sisi box culvert. Jika itu terjadi, harus segera diperbaiki. Bahkan, lokasinya dimana mas,” tutur Lilik dikonfirmasi, melalui seluler whatsappnya, kemarin (13/12).
Masih kata Lilik, untuk menindaklanjuti terkait adanya kerusakan jalan aspal baru itu, agar dapat berkoordinasi bersama Pejabat Pembuat Komitmen (PKK).
“Koordinasi dengan PKK nya mas, biar cepat ditangani,” ucapnya.
Lebih lanjut terkait PPK yang dimaksud itu agar supaya dapat terhubung, untuk bisa diarahkan, dikatakan kembali, dapat menemui dua pegawai PKK nya.
“Untuk menemui PKK nya dengan Pak Adi dan Pak Eko, mas,” singkat Lilik.
Sementara itu, hingga sampai berita ini di tayangkan, hanya saja belum mendapatkan titik kejelasan dan penyelesaian oleh pihak DSDABM Pemkot Surabaya. (uzi/yud)