Surabaya || faktaperistiwanews.co – Hari terakhir Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) SMK Ketintang Surabaya Jum’at (21/7), seluruh siswa baru diarahkan untuk menampilkan beberapa kreasi secara berkelompok. Tiap kelompoknya dengan tampilan kreasi terbaik maka pihak sekolah memberikan reward (penghargaan).
Kepala SMK Ketintang Surabaya, Agung Nugroho, melalui Ketua Pelaksana MPLS SMK Ketintang Surabaya, Heffrizza Ahmad, menyampaikan, sebelumnya pelaksanaan MPLS di mulai Senin 17 Juli, 18, dan Kamis 20 Juli, hingga berakhir Jum’at 21 Juli 2023.
“Dihari terakhir ini, bakat kreasi siswa baru ditampilkan secara kelompok. Kemudian mereka mendapat reward bagi yang dapat menunjukkan kreasinya terbaik. Cara MPLS yang kita adakan supaya anak-anak dapat beradaptasi di lingkungan sekolah baru,” kata Heffrizza Ahmad.
“Kita mengikuti aturan petunjuk teknis (juknis) dari Dinas Pendidikan (Dispendik) Provinsi Jawa Timur agar selama kegiatan MPLS berlangsung untuk tidak melakukan tindakan yang bersifat perpeloncoan dan sebagainya.
Maka itu SMK Ketintang Surabaya membuat suasana MPLS dengan menampilkan bakat kreasi siswa-siswi baru,” tambah Heffri, sapaan panggilan Heffrizza Ahmad tersebut.
Saat pelaksanaan MPLS materi-materinya siswa baru dalam pengenalan lingkup sekolah dan aksi Go Green School atau menanam tanaman pada halaman sekolah. Tak hanya itu, siswa baru juga diberikan materi tentang peraturan baris berbaris (PBB).
“Pemateri PBB kita menghadirkan dari kalangan anggota Babinsa setempat. Nah, untuk materi penanam tanaman ini sebagai bentuk awal supaya siswa baru akan sadar, peduli terhadap alam atau penghijauan pada lingkungan sekolah, bisa di sebut Go Green School,” terang Heffri.
Dalam pemberlakuan tata tertib (tatib) di SMK Ketintang Surabaya, lanjutnya, semua siswa tidak diperbolehkan untuk membawa barang-barang yang dinilai kurang baik. Jadi, jika siswa-siswi kedapatan melanggar peraturan sekolah tersebut, pastinya dapat teguran humanis oleh dewan guru.
“Tidak hanya kita tegur, juga kita akukan penyitaan barang yang dibawa oleh siswa itu, sampai pemanggilan wali muridnya,” pesan Heffri.
Hal itu diterapkan, sambung Heffri, sekolah ingin anak didik dapat disiplin dan mematuhi tatib yang ada. Bahkan, pihak Kepala SMK Ketintang Surabaya, Pak Agung Nugroho sebelumnya sudah mengarahkan demikian.
“Saat MPLS itu, kita tunjukkan langsung barang yang tidak boleh di bawa oleh siswa-siswi. Kita menyitanya antara lain, berbagai macam rokok, baik rokok filter kretek cigarettes, dan kretek, maupun electrik atau vapor, alat makeup kosmetik, topi bebas, hingga aksesoris gelang dengan kita berikan tanda bertuliskan kurang tepat,” paparnya.
Heffri memaparkan, bagi siswa-siswi yang diterima sekolah terdapat beberapa tahap tes seleksi yang dilalui. Penyeleksian ini dapat mengetahui potensi anak sesuai keahlian yang dimiliki.
“Kita menerima sebanyak 628 siswa baru tahun 2023. Kita juga menerima siswa baru dari daerah luar pulau. Yang kita akses selama ini melalui media sosial (medsos),” ujar Heffri. (uzi/yud)