Surabaya || faktaperistiwanews.co – Angkutan feeder Wira Wiri saat ramadhan tahun 2023 mengalami penurunan penumpang mencapai puluhan persen. Hal itu dikatakan Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kota Surabaya, Tundjung Iswandaru bahwa, penurunan tersebut mengalami 30 persen yang terjadi mulai awal puasa bulan suci Ramadhan ini.
“Kami pun tak memungkiri dengan penurunan jumlah penumpang berdampak pada pendapatan transportasi,” ujar Kadishub Kota Surabaya, Tundjung dalam keterangannya.
Terpisah, Kepala Bidang Angkutan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya, Sunoto membenarkan untuk angkutan feeder Wira Wiri memang mengalami penurunan sejak awal bulan puasa ramadhan.
Kendala itu, menurut dia, adanya beberapa Instansi yang libur bersama, dan siswa-siswi juga libur sekolah beberapa hari di awal bulan ramadhan.
“Nah, kondisi itu pengaruh juga pada jumlah penumpang, sehingga termasuk pergerakan selama bulan puasa ramadhan belum ada kenaikan yang signifikan, malah adanya penurunan pergerakan itu,” ujar Kabid Sunoto dikonfirmasi melalui telepon selulernya, (13/4) kemarin.
Sedangkan, lanjut dia, akhir-akhir ini di penghujung bulan puasa ramadhan, angkutan feeder pun mulai mengalami peningkatan. Karena, mengingat menjelang lebaran Idul Fitri.
“Ini dimungkinkan dengan peningkatan lagi ketika masyarakat memanfaatkan angkutan feeder untuk berpergian berbelanja ataupun lainnya,” beber Sunoto.
Namun, saat disinggung dengan penurunan angka penumpang angkutan feeder Wira Wiri terkait dampak pada tarif. Ia menyebutkan, tarif biaya itu menurutnya tidaklah berpengaruh. Apalagi tarif biaya operasional ditanggung oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya.
“Tarif biaya tetap, namun hanya saja pendapatan mengalami penurunan, karena terkendala menurun jumlah penumpang,” tutur dia.
Selanjutnya, untuk rute saat penumpang ingin naik angkutan feeder tidak harus pada terminal. Sebab, sambung Sunoto, beberapa titik tertentu sudah ditentukan, mereka bisa naik selama terdapat tanda pada tempat pemberhentian.
“Jadi, sepanjang rute terminal Benowo sampai rute Tunjungan ada titik pemberhentian tertentu. Itu khusus memang untuk naik turunnya para penumpang. Sehingga, tidak bisa sembarangan dalam menaikan maupun menurunkan penumpang saat naik angkutan feeder,” pungkasnya. (uzi/yud)