SURABAYA || faktaperistiwanews.co – Pada tanggal 11 Oktober 2024 , Pukul 18.00 – sampai selesei, di C2o Library and Collabtive, Jln Cipto no 22, Surabaya, Yayasan Abdinesia mengadakan Diskusi Publik dan Screening Dokumenter “Manunggal Cita” yang bertujuan untuk mendiskusikan masalah Proyek Strategis Nasional (PSN) yang dicanangkan oleh Pemerintah di wilayah wilayah Pesisir Pantai, khususnya di Kota Surabaya. Hadir dalam diskusi tersebut beberapa nara sumber, diantaranya Ramadhani Jaka Samudra, Direktur Abdinesia, Rusydan Mirwan, Advokasi dan kampanye Abdinesia, Romi Eriyanto ,dari WALHI Jatim dan Thariq Achmad, dari LAMRI Surabaya. yang di hadiri oleh Puluhan Pemuda Pemudi dari berbagai element di kota Surabaya.
Dialog Manunggal Cita yang di gagas oleh Yayasan Abdinesia bekerja sama dengan WALHI Jatim, LAMRI Surabaya berjalan menarik , karena menjelasakan serta menginformasikan, mengangkat isu isu yang terjadi di daerah pesisir pantai wilayah Surabaya,serta Kesejahteraan nelayan juga semakin perlu dapat perhatian, baik itu di sektor ekonomi,sosial, lingkungan, maupun pendidikan .Ekosistem yang ada di pesisir juga perlu diperhatikan , untuk dampak yang mungkin akan di timbulkan dari Proyek PSN, salah satunya SWL ( Surabaya Waterfront Land), Reklamasi di daerah pesisir pantai wilayah Surabaya yang perlu dicermati karena berpotensi merusak ekosistem, sehingga perlu adanya solusi dari pemerintah untuk para nelayan serta penduduk pesisir di sepanjang pantai kota Surabaya mengenai perbaikan taraf hidup , serta mata pencaharian nelayan yang semakin terancam dgn adanya PSN,SWL, Reklamasi yang dicanangkan oleh pemerintah, di tambah lagi adanya birokrasi atau undang undang yang yang saling tumpang tindih mengenai PSN (Proyek strategis Nasional) yang kurang memihak kepada rakyat. Yang notabene Undang Undang Pusat tingkatan hukumya lebih tinggi dari aturan pemerintah kota, sehingga menyebabkan kurang adanya upaya untuk melindungi dan menjaga ekosistem di area area di pesisir pantai yang menjadi konservasi hutan lindung Mangrove, habitat hewan dan tumbuhan di dalamnya perlu dilindungi , tetap dijaga kelestarian lingkungan di sekitar pantai agar terjaga keseimbangan ekosistemnya. Serta isu isu sosial yang perlu diangkat di masyarakat umum,khususnya Warga Surabaya,agar mempunyai Wawasan untuk mencermati,serta mengerti ,mengenai dampak yang terjadi apabila, Program PSN, SWL,Reklamasi Pemerintah yang dikelola oleh pihak Swasta tidak memperhatikan Amdal lingkungan di sepanjang pesisir pantai Kota Surabaya.
” Saat dikonfirmasi selesei acara, Ramadhani Jaka Samudra, direktur Abdinesia mengatakan bahwa, Pemutaran screening Documenter dan diskusi publik ini dilatar belakangi untuk mengedukasi warga masyarakat Surabaya, terkait bahaya adanya PSN baik dari segi lungkungan, sosial dan ekonomi, serta penggalangan dukungan bahwa permasalahan dampak PSN itu bukan permasalahan pesisir pantai saja, tapi juga seluruh masyarakat Kota Surabaya,kenapa kami memilih cara ini, karena memang resource dari kami yang paling memungkinkan adalah membantu warga dengan mengkampanyekan dan mengedukasi, terutama masyarakat di sepanjang pesisir pantai Kota Surabaya, untuk ranah-ranah yang lain mungkin sudah ada kawan-kawan organisasi lain yang spesifikasi gerakan yang lain. untuk kedepannya akan lebih intens lagi menjalin hubungan dengan berbagai ormas ormas masyarakat setempat, kelompok masyarakat lintas iman, untuk outputnya memang kami focus pada isu pesisir, peningkatan capacity building, meng edukasi, penggalangan dukungan untuk gerakan yang kami buat,sehingga kami bisa mengukur sejauh mana gerakan yang kami buat bisa berdampak positif bagi masyarakat,adapun tujuan PSN melalui SWL di Surabaya sebetulnya bagus, untuk mensejahterakan ekonomi rakyat, tetapi cara yang dilakukan salah. Salah satunya membuat pulau pulau baru, yang dapat merusak lingkungan, seharusnya solusi yang bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir, contohnya, penghapusan tengkulak, cara meningkatakan hasil tangkapan nelayan, harga ikan yang bagus, serta peningkatan edukasi masyarakat pesisir, sehingga peka dan peduli akan kejadian kejadian di masyarakat disekitarnya (YSF)