Akselerasi Filantropi Terukur: Lazismu Surabaya Salurkan Dana Stimulan BOM-BOT Tahap Dua

SURABAYA // faktaperistiwanews.co — Lazismu Kota Surabaya tancap gas mengucurkan dana hibah strategis melalui program Bantuan Operasional Masjid (BOM) dan Bantuan Operasional TPQ (BOT) tahap dua demi menjamin keberlangsungan roda dakwah serta digitalisasi syiar Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) di seluruh wilayah metropolitan Surabaya. Sempat tertahan kendala teknis penyesuaian target rapat kerja (raker) internal pada awal tahun, lembaga amil zakat infak dan sedekah tingkat daerah ini langsung bergerak cepat mengeksekusi penyaluran anggaran secara massal tepat pada pertengahan Mei 2026. Eksekusi taktis tersebut dilakukan guna mengejar ketertinggalan target serapan dana publik.

Manajer Lazismu Kota Surabaya, Moch As’ad, S.Sos., mengungkapkan bahwa skema penyaluran dana kali ini sengaja dirancang berkala setiap dua bulan sekali untuk memastikan intervensi finansial berjalan konstan dan tepat sasaran. Lazismu Surabaya mematok standar verifikasi berlapis dengan menempatkan Majelis Tabligh PDM Surabaya sebagai mitra strategis penguji kelayakan administrasi lembaga penerima. “Kami memegang kendali penuh atas penyediaan sokongan anggaran, namun kebijakan pengetatan verifikasi ini menjadi perimeter utama agar tidak ada lagi celah bagi pengajuan takmir non-persyarikatan yang lolos tanpa SK resmi,” tegas As’ad saat mengawal jalannya penyaluran dana operasional kepada 70 perwakilan institusi.

Merespons ketatnya pengawasan dana operasional tersebut, Ketua Majelis Tabligh PDM Surabaya, Imam Sapari, S.H.I., M.Pd.I., menyambut positif langkah strategis Lazismu Surabaya yang dinilai benar-benar nyata memikirkan kondisi riil tempat ibadah dan tempat pendidikan keagamaan di akar rumput. Menurutnya, suntikan dana dari Lazismu ini menjadi bahan bakar utama bagi masjid dengan kas minim yang memiliki target syiar masif, termasuk jaminan operasional untuk akomodasi dan transport para mubalig yang mengisi kajian rutin maupun khotbah Jumat. “Ini adalah sebuah sinergi yang luar biasa dan semoga senantiasa memberikan kemajuan serta keberkahan untuk kita semua, khususnya Lazismu Kota Surabaya,” cetus Imam.

Landasan Riset Penguat. Kajian berkala transparansi lembaga filantropi menunjukkan bahwa tata kelola keuangan dana umat yang berbasis penyaluran bersyarat (conditional cash transfer) mampu meningkatkan akuntabilitas penggunaan modal kerja operasional hingga mencapai angka 78%.

Intervensi finansial dari institusi yang bermarkas di tingkat daerah ini menyasar langsung pemenuhan kebutuhan dasar operasional, termasuk perluasan materi pembinaan untuk akselerasi dakwah digital dan viralisasi konten keagamaan. Pengawasan ketat pasca-pencairan kini menjadi agenda utama tim pemantau internal. Lazismu Surabaya berkomitmen memastikan setiap rupiah dana umat mampu menghidupkan ghirah dakwah di masyarakat secara merata.(Wjy)