Air Lindi Sampah Bau Tak Sedap Menetes ke Jalan Raya, Begini Kata Kabid Kebersihan dan Pemberdayaan DLH Surabaya

Surabaya || faktaperistiwanews.co – Upaya pihak Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya mengatasi bau tak sedap yang dihasilkan dari sampah saat pengangkutan menuju ke tempat pembuangan akhir (TPA) rupanya patut dipertanyakan.

Betapa tidak, beberapa truk amrol lama dan truk compactor itu saat melintas di jalan raya, menetes air lindi (limbah sampah). Hal tersebut, menimbulkan bau menyengat dan membuat resah bagi masyarakat atau pengendara pengguna jalan.

Dikonfirmasi, Kepala Bidang (Kabid) Kebersihan dan Pemberdayaan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya, Arif Rusman bahwa, dengan terkait air lindi yang menetes, maupun sampah sampai jatuh ke jalan raya, pihaknya akan membersihkannya.

“Ya bisa dibersihkan, ada yang bersihkan nanti untuk air lindi limbah sampah menetes, serta sampah-sampah jatuh ke jalan raya,” kata Arif Rusman, dikonfirmasi via telepon selulernya, Selasa (30/5).

“Kan namanya lindi mesti netes-netes lah. Ya netes sedikit kan, tapi tetap dibersihkan yang di jalan raya itu,” ucapnya.

Untuk bak truk sampah jenis compactor maupun amrol lama, Arif Rusman pun menilai suatu hal biasa terkait terdapat adanya lubang sedikit yang menimbulkan air lindi itu menetes.

“Kalau air lindi netes pun, ya tetap dibersihkan di jalan raya,” ujar dia.

Hal demikian, pihaknya telah menunggu laporan dahulu terkait dengan adanya tetesan air lindi tersebut. Semisal, di jalan raya mana. Sehingga nanti Arif Rusman barulah akan membersihkan.

“Ya tak bersihkan, dan nanti saya suruh satuan tugas (satgas) DLH Kota Surabaya untuk membersihkan terdapat air lindi menetes di jalan raya itu,” sebutnya.

Dengan menetesnya air lindi di jalan raya pun, pihaknya menyampaikan tidak tahu. Bahkan, dampak dari netesnya air lindi itu, Arif Rusman sudah antisipasi agar supaya tidak terjadi tetesan air lindi ke jalan raya.

“Bak sampah compactor itu mesinnya di pres. Jadi, air lindi itu sudah tertampung,” ungkapnya.

Selama ini untuk perbaikan bak sampah compactor, maupun amrol lama sudah dilakukannya. Maka, lanjut Arif Rusman, kalau ada perbaikan, salah satunya bak sampah itu di perbaiki.

“Ya kami perbaiki, kalaupun ada lubang pada bak sampah kami memperbaiki. Nah, perbaikan itu secara bergiliran, tidak semuanya,” katanya. (uzi/yud)